Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

UGM Gandeng Media Group Pulihkan Pendidikan Anak Korban Banjir Sumatra

Amiruddin Abdullah Reubee
06/1/2026 15:36
UGM Gandeng Media Group Pulihkan Pendidikan Anak Korban Banjir Sumatra
Acara mengembalikan semangat anak-anak korban banjir Sumatra, melalui program psikososial di Sekolah Sukma Bangsa Pidie, Aceh.(MI/Amiruddin Abdullah Reubee)

KONDISI pendidikan di Provinsi Aceh pascabanjir pada November 2025 masih memprihatinkan dan memerlukan pemulihan segera serta terarah. Pasalnya dampak dari bencana dahsyat itu bukan saja terjadi kerusakan infrastruktur. Proses pembelajaran juga turut terganggu.

Lebih jauh lagi, bencana telah mengusik peradaban pendidikan hingga melukai psikologi murid dan merenggut kenyamanan tenaga kependidikan. Maka pemulihan atau recovery dunia pendidikan secepatnya perlu dilakukan. Untuk hal tersebut membutuhkan sumbangsih sumber daya manusia dan donasi finansial banyak pihak. 

Guna memulihkan kembali dunia pendidikan, terutama anak korban terdampak banjir Sumatra, Universitas Gajah Mada (UGM) menggandeng Dompet Peduli Media Group Banjir dan Yayasan Sukma untuk terjun menyisir daerah kantong-kantong bencana alam itu. Tujuannya antara lain adalah memberikan pendampingan psikososial dan memberikan mata pelajaran sesuai kondisi pascabanjir dan tidak berseberangan kurikulum yang ada.

Direktur Kerja Sama Antarlembaga Yayasan Sukma Victor Yasadhana kepada Media Indonesia, Selasa (6/1) mengatakan, untuk tahap awal ada 12 relawan pendidikan dari Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisipol) UGM akan hadir ke Sekolah Sukma Bangsa Pidie, Sekolah Sukma Bireuen, dan Sekolah Sukma Lhokseumawe.

Personel dari universitas terkemuka di Indonesia itu akan bergabung dengan sekitar 200 relawan pendidikan yang direkrut Yayasan Sukma dan Media Group yang akan terjun ke beberapa lokasi di Aceh. Selain mengirim relawan kemanusiaan, UGM juga mendonasikan biaya operasional mereka. 

"Semua ini berkat donasi Dompet Kemanusiaan Media Group dan Universitas Gajah Mada, " kata Victor Yasadana. 

Sebelum diterjunkan ke lokasi sekolah atau lokasi banjir, mereka lebih dulu mendapat pelatihan dan pembekalan teknis lapangan. Agar lebih mudah dan efektif, ratusan relawan yang memiliki disiplin ilmu psikologi anak dan kemampuan pedagogi itu dipusatkan pada tiga titik sentral atau posko koordinasi. 

Masing-masing yaitu di Kampus Sekolah Sukma Pidie, Kampus Sekolah Sukma Bangsa Bireuen, dan Kampus Sukma Bangsa Lhokseumawe. Melalui titik kontrol tersebut mereka tersebar ke berbagai kawasan-kawasan banjir Aceh. 

"Siang ini insya Allah, relawan Fisipol UGM gelombang pertama, berangkat dari Jogja sudah tiba di Aceh. Mereka akan tiba ke tiga tempat untuk memberikan pembekalan lapangan, di Bireuen tanggal 8-10 Januari 2026. Ini pelatihan tahap pertama. Untuk Lhokseumawe 11- 13 januari 2026 dan Pidie 14-16 januari 2026. Hari ke-3 yaitu 10, 13, dan 16 Januari 2026 khusus untuk proses pengerahan relawan," tutur Victor Yasadhana. 

Direktur Sekolah Sukma Bangsa Pidie, Marthunis Bukhari, mengatakan untuk mendukung kelangsungan belajar mengajar wilayah Pidie sedikitnya akan diturunkan 78 relawan. Mereka merupakan 74 personel relawan pendidikan yang direkrut khusus Yayasan Sukma dan Media Group. Lalu empat lagi yaitu relawan handal dari Fisipol Universitas Gajah Mada. 

"Secara umum mereka memilki metode pendidikan dan masing-masing mempunyai kemampuan khusus," tutur Marthunis Bukhari. (MR/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik