Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri ingin korupsi hilang dari Tanah Air agar penyakit tersebut tak lagi mampu mempengaruhi apalagi merasuki anak-anak kita, generasi penerus bangsa dan kebangga negeri ini. Ia pun mengaku 'muak' dengan tindakan korupsi yang dilakukan oknum pejabat.
Untuk menjalankan mimpinya itu, Firli berencana menanamkan sikap antikorupsi mulai dari pendidikan taman kanak-kanak (TK). Menurutnya, anak-anak perlu didoktrin dengan sikap antikorupsi sejak dini.
"KPK tengah menjalankan strategi pendekatan pendidikan masyarakat mulai dari anak-anak TK, Sekolah Dasar (SD), hingga perguruan tinggi untuk membentuk mindset dan culture-set melalui beberapa program edukasi antikorupsi," kata Firli, Jumat (24/7).
Baca juga: Tahan 11 Anggota DPRD Sumut, KPK: Bukti Korupsi Kejahatan Massal
Firli mengatakan tiap materi pendidikan antikorupsi akan berbeda. Itu tergantung dari tingkatan sekolah yang sedang diduduki. Menurut Firli, menanamkan sikap antikorupsi adalah cara ampuh untuk menghapus tindakan rasuah di masa depan. Pendekatan itu akan dilaksanakan secara holistik, integral sistemik, dan sustainable.
"Strategi ini dapat menjadi salah satu imun bagi anak-anak kita agar tidak terjangkit virus korupsi dan pengaruh kuat laten korupsi yang telah berurat akar di negeri ini," ujar Firli.(OL-5)
Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan khusus dengan sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di kediamannya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (27/1).
Provinsi-provinsi di kawasan timur Indonesia masih mendominasi angka pernikahan dini tertinggi secara nasional, meski secara umum prevalensi pernikahan anak di Indonesia terus menurun.
Mereka kehilangan rasa aman, rutinitas harian, akses belajar, serta dukungan emosional yang esensial bagi perkembangan mereka.
LEDAKAN teknologi digital telah menyusup ke setiap sudut kehidupan anak-anak Indonesia, membawa kemudahan sekaligus ancaman diam-diam: krisis gaya hidup pasif.
WAKIL Ketua MPR RI Lestari Moerdijat, mengatakan peran generasi muda sangat dibutuhkan dalam upaya membangun ekosistem pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan.
Fokus utama Baznas tetap kepada fakir miskin, khususnya bagaimana kelompok yang tidak mampu dapat mengakses pendidikan melalui dana zakat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved