Headline
Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.
Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri ingin korupsi hilang dari Tanah Air agar penyakit tersebut tak lagi mampu mempengaruhi apalagi merasuki anak-anak kita, generasi penerus bangsa dan kebangga negeri ini. Ia pun mengaku 'muak' dengan tindakan korupsi yang dilakukan oknum pejabat.
Untuk menjalankan mimpinya itu, Firli berencana menanamkan sikap antikorupsi mulai dari pendidikan taman kanak-kanak (TK). Menurutnya, anak-anak perlu didoktrin dengan sikap antikorupsi sejak dini.
"KPK tengah menjalankan strategi pendekatan pendidikan masyarakat mulai dari anak-anak TK, Sekolah Dasar (SD), hingga perguruan tinggi untuk membentuk mindset dan culture-set melalui beberapa program edukasi antikorupsi," kata Firli, Jumat (24/7).
Baca juga: Tahan 11 Anggota DPRD Sumut, KPK: Bukti Korupsi Kejahatan Massal
Firli mengatakan tiap materi pendidikan antikorupsi akan berbeda. Itu tergantung dari tingkatan sekolah yang sedang diduduki. Menurut Firli, menanamkan sikap antikorupsi adalah cara ampuh untuk menghapus tindakan rasuah di masa depan. Pendekatan itu akan dilaksanakan secara holistik, integral sistemik, dan sustainable.
"Strategi ini dapat menjadi salah satu imun bagi anak-anak kita agar tidak terjangkit virus korupsi dan pengaruh kuat laten korupsi yang telah berurat akar di negeri ini," ujar Firli.(OL-5)
TIDAK semua keberangkatan dimulai dengan surat tugas. Sebagian justru lahir dari sesuatu yang lebih sunyi, dari panggilan hati yang tidak bisa ditunda.
SEMBILAN puluh hari setelah banjir melanda Aceh, beberapa anak kembali duduk di bawah tenda biru yang difungsikan sebagai ruang kelas darurat.
Penundaan ini murni merupakan langkah taktis untuk menjaga stabilitas anggaran di tengah pemotongan dana transfer dari pusat.
PENDIDIKAN bermutu tidak pernah lahir dari ruang hampa. Ia tumbuh dari tangan-tangan guru yang bekerja dengan dedikasi, ketenangan batin, dan rasa aman dalam menjalani profesinya.
DALAM dunia yang kian terhubung dan kompleks, keberagaman bukan lagi sekadar realitas sosial, melainkan juga sebuah keniscayaan historis dan antropologis.
Peran guru BK dan kepala sekolah sangat krusial dalam membantu siswa menentukan arah studi serta karier masa depan mereka.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved