Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
ANGGOTA Komisi I DPR dari Fraksi Partai NasDem Willy Aditya menyoroti kerja sama program belajar dari rumah antara Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan Netflix.
"Mestinya, bukan Kemendikbud yang bekerja sama dengan Netflix tetapi badan usaha negara, semisal TVRI. Jadi pola kerja samanya mestinya business to business (B to B) bukan business to government (B to G). Kalau antara Netflix dan Kemendikbud kan jadinya B to G. Kurang pas jadinya," Willy di Jakarta, Jumat (19/6).

Anggota Komisi I DPR dari Fraksi Partai NasDem Willy Aditya. (MI/Susanto)
Baca juga: KPI Tidak Berwenang Awasi Youtube dan Netflix
Willy menilai Kemendikbud kurang etis menggandeng Netflix dalam programnya.
Hal seperti ini menurutnya perlu dipikirkan kembali. "Adapun soal kerja sama Kemendikbud dengan Netflix, saya kira itu harus menjadi refleksi kita. Kalau kita memiliki produk seperti yang mereka miliki tentu tidak perlu ada kerja sama itu," ujar Willy.
Baca juga: Pemerintah Harus Batasi Layanan Netflix di Indonesia
Welly mengatakan saat ini pengawasan terhadap konten yang ditayangkan Netflix masih sulit disaring. Pasalnya undang-undang penyiaran belum bisa mengatur program Netflix karena perbedaan platform.
"Kalau terkait penyiaran, undang-undang penyiaran kita memang belum mengatur keberadaan mereka. Itulah mengapa saat ini Komisi I merevisi UU Penyiaran. Di dalam revisi ini akan diatur pola penyiaran yang ada di berbagai platform digital. Hal ini memang menjadi pekerjaan rumah bagi kita," tutur Willy.
Baca juga: Sejumlah Serial Dokumenter Netflix Tayang di TVRI
Untuk itu pengawasan konten Netflix dalam kerja sama ini harus dipelototi. Jangan sampai tayangan yang dihasilkan tidak sesuai dengan norma bangsa Indonesia.
Meski begitu Willy tak ingin ambil pusing. Dia mengakui program Netflix bagus. Ke depan, bangsa Indonesia diharap bisa membuat tayangan bagus yang setara dengan Netflix.
"Menurut saya, jadikan kenyataan ini sebagai momentum untuk membangun kemampuan anak bangsa, berkarya seperti yang dilakukan oleh Netflix dan lainnya. Ciptakan ekosistem yang sehat dan mendukung talenta-talenta muda kita. Buktikan bahwa kita mampu," ujar Willy. (X-15)
ARBANI Yasiz sesaat lagi tengah menyambut tayangnya sinetron terbarunya, Keluarga yang Tak Dirindukan. Sinetron ini tayang mulai 13 Februari di MDTV dan Netflix.
Lisa kini dipastikan akan membintangi film komedi romantis terbaru Netflix yang disebut terinspirasi dari film klasik Notting Hill (1999).
Setelah hampir empat tahun vakum dari konser besar, boy group asal Korea Selatan BTS akhirnya siap menyapa ARMY di seluruh dunia lewat konser comeback yang akan digelar pada 21 Maret 2026
Lagu "Golden" dari film Netflix "KPop Demon Hunters" mencetak sejarah sebagai lagu K-pop pertama yang meraih Grammy.
Ramai Bridgerton Season 4 di Netflix, orang tua perlu waspada terhadap konten eksplisit. Simak saran psikolog dan tips mendampingi remaja saat menonton.
Surat Untuk Masa Mudaku menyoroti perjalanan hidup karakter bernama Kefas, yang diperankan oleh Millo Taslim pada masa muda dan Fendy Chow saat beranjak dewasa.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved