Rabu 17 Juni 2020, 14:44 WIB

Kepala BNN Tegas Tolak Legalisasi Ganja. Ini Alasannya

Henri Siagian | Politik dan Hukum
Kepala BNN Tegas Tolak Legalisasi Ganja. Ini Alasannya

MI/M Irfan
Kepala BNN Heru Winarko

 

KEPALA Badan Narkotika Nasional (BNN) Heru Winarko menegaskan akan tetap menolak legalisasi ganja di Indonesia.

"Saya tidak mau generasi muda kita terpengaruh," kata Heru dalam program Journalist on Duty Media Indonesia di akun instagram @mediaindonesia, Senin (15/6).

Baca juga: Indonesia harus Petik Pelajaran dari Kasus Rasisme Amerika

Dia membenarkan sejumlah negara seperti Belanda dan beberapa negara bagian di Amerika Serikat telah melegalisasi penggunaan ganja.

Heru beralasan, ganja yang ada di Indonesia berbeda dengan yang beredar di Eropa atau AS. Ganja dari Indonesia, jelas dia, mengandung zat kimia tetrahydrocannabinol (THC) yang tinggi. Sedangkan di Eropa dan AS, lebih ke zat cannabidiol (CBD). THC diyakini mengandung psikoaktif sedangkan CBD tidak.  

Baca juga: Kolaborasi Lembaga Berantas Narkoba

Menurut Badan Penegakan Narkotika AS (DEA), mariyuana mengandung bahan THC yang mengakibatkan efek psikoaktif. "Kalau ganja di Indonesia mengandung THC tertinggi di dunia sehingga dampaknya ke syaraf. Kalau di Eropa, tidak. Mereka juga ditanam di rumah kaca, dan sudah semacam hasil genetika," katanya.

Sehingga, sambung dia, ganja asal Indonesia memiliki daya rusak yang luar biasa. "Saya yang bertahan ganja tidak dilegalisasi termasuk untuk pengobatan. Saya juga mendorong agar ASEAN menjadi kawasan bebas dari ganja karena saya tidak mau Indonesia kehilangan bonus demografi," ungkapnya.

Selain itu, kata dia, terkait faktor pengamanan. Belanda membolehkan konsumsi ganja di kafe. "Tapi Belanda itu kecil. Mereka cuma punya 27 kafe. Kalau mau diawasi, cukup 1 peleton saja," ungkapnya. (X-15)

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Media Indonesia (@mediaindonesia) on

 

Baca Juga

ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

TNI AD Siap Amankan Pilkada hingga Antisipasi HUT OPM

👤Cahya Mulyana 🕔Jumat 27 November 2020, 08:36 WIB
TNI AD sudah mempersiapkan seluruh personel berikut pendukung lain bila diminta panglima TNI mengamankan pilkada 2020, menjaga keamanan di...
ANTARA/Nova Wahyudi

Kasad Sebut TNI AD Masih Butuh Banyak Helikopter

👤Cahya Mulyana 🕔Jumat 27 November 2020, 08:19 WIB
Total alutsista yang ada seperti Helikopter Apache baru ada 8...
ANTARA/Reno Esnir

Polisi Pastikan Sudah Antisipasi Ancaman Teror di Kerumunan

👤Siti Yona Hukmana 🕔Jumat 27 November 2020, 07:32 WIB
Sebelumnya, Indonesia Police Watch (IPW) menyoroti maraknya kegiatan yang menimbulkan kerumunan massa akhir-akhir ini. Fenomena ini...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya