Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTUR Utama TVRI Iman Brotoseno menonaktifkan akun media sosial dengan alasan untuk fokus bekerja. Mantan politisi Partai Demokrat Roy Suryo mempertanyakan alasannya.
"Tweeps, Takut (atau Malu?) Masa lalunya dibongkar terus sama Netizen, rupanya Sang Dirut @TVRINasional ini skrg Menutup akun Twitter @imanbr. Padahal itu belum seberapa lho, masih banyak lagi Rekam Jejaknya ... Apa perlu dilaporan ke Kontras nih? Ada Pejabat, eh Akun Hilang?," cuit Roy dalam akun Twitter @KRMTRoySuryo2, Minggu (31/5).
Baca juga: Komentari Roy Suryo, Darwis Triadi: Ngaku Pakar, Karya Enggak Ada
Roy beberapa kali mencuit seputar sosok Iman Brotoseno. Seperti, rekam jejak cuitan Iman Brotoseno tentang Enny Arrow & Mukidi.
"Tweeps, Ini ada Rekam Jejak rada Lucu dari Direktur Utama terpilih @TVRINasional yakni Cuitan Ybs soal "Enny Arrow & Mukidi" yg ditulis hari Jumat, 26/08/16. Mungkin mau menuliskan panjang-lebar (59 Hlm) soal Enny Arrow spt saat menulis GERWANI kemarin ya? AMBYAR TENAN iki..."
Baca juga: Roy Suryo Pamit dari Dunia Politik
Lalu, Roy juga mengunggah cuitan Iman seputar Gerakan Wanita Indonesia atau Gerwani, organisasi perempuan yang berafiliasi dengan PKI.
"Tweeps, Meski sudah dihapus, Namun Alhamdulillah sempat di screenshoot sebelumnya. Jadi kalau @Puspen_TNI & @DivHumas_Polri memerlukan,Semua masih ada 59 (lima puluh sembilan) hlm bukti2 Cuitan @imanbr ttg Gerwani, Organisasi Wanita yg terkait PKI ini," cuit Roy disertain sejumlah foto tangkapan layar dari akun Iman Brotoseno, @imanbr.



Tangkapan layar kultwit Roy Suryo. (Twitter: @KRMTRoySuryo2)
Baca juga: Jadi Trending Topic, Roy Suryo: Kuncinya di Panci
Secara terpisah, Iman mengaku prihatin atas tuduhan Roy Suryo. Iman mengakut kultwit terkait PKI yang disampaikan merupakan rangkaian dari bedah buku Memahami Kontroversi Sejarah Orde Baru yang merangkum berbagai opini sejarawan seperti Taufik Abdullah, Anhar Gonggong, Asvi Warman Adam, dan lain-lain.
Iman menegaskan, pemikiran dan tulisan intelektualitasnya lebih merupakan pencarian jawaban atas ruang dialektika yang terjadi di masyarakat termasuk sejarah, sosial, bahkan agama.
"Terlebih kalau melihat rekam jejak saya, saya terbiasa bicara tentang sejarah. Karena saya memang penyuka sejarah. Tulisan saya banyak, tidak saja soal sejarah. Tapi juga soal Islam dan kebangsaan. Saya selalu berprinsip dengan sejarah kita melihat cermin kita sendiri," katanya.
Baca juga: Rekam Jejak Dipersoalkan, Iman Brotoseno: Saya Tidak Berbohong
Ia mengaku prihatin jika ada pihak-pihak yang melakukan framing bahkan memelintir tulisannya sehingga menimbulkan persepsi yang berbeda. "Kalau ingin membaca koleksi buku-buku saya dan berdiskusi soal sejarah, dengan senang hati saya akan berbagi. Ini memang merepotkan di mana hal-hal seperti ini selalu dijadikan plintiran dan framing," katanya.
Baca juga: Status Dirut TVRI yang Mantan Kontributor Playboy Dipertanyakan
Iman menyatakan menonaktifkan akun media sosialnya agar dapat lebih fokus dalam bekerja mengemban amanah jabatan barunya.
"Lebih baik saat ini saya memilih menonaktifkan akun twitter saya agar saya bisa fokus bekerja saja. Pesan saya, agar masyarakat membiasakan diri dengan budaya literasi yang sehat, termasuk melakukan check balance, sehingga keakuratan informasi terjaga," kata Iman. (X-15)
Tweeps,
Takut (atau Malu?) Masa lalunya dibongkar terus sama Netizen, rupanya Sang Dirut @TVRINasional ini skrg Menutup akun Twitter @imanbr
Padahal itu belum seberapa lho, masih banyak lagi Rekam Jejaknya ...
Apa perlu dilaporan ke Kontras nih? Ada Pejabat, eh Akun Hilang?
Hakim MK Saldi Isra menegaskan uji materiil KUHP dan UU ITE tidak boleh bertumpu pada kasus konkret Roy Suryo dkk. Permohonan dinilai masih lemah secara konstitusional.
Penerapan pasal-pasal tersebut terhadap kliennya justru melanggar hak konstitusional warga negara, terutama kebebasan berekspresi dan hak memperoleh informasi.
Kuasa hukum Roy Suryo, Refly Harun, menilai salinan ijazah Presiden ke-7 Joko Widodo tanpa sensor yang diterima Bonatua Silalahi sebagai 99,9 persen palsu usai diteliti sejumlah ahli.
Polda Metro Jaya akan melimpahkan berkas tersangka klaster pertama kasus tuduhan ijazah Jokowi. Proses penyidikan terus berjalan dengan profesional.
Ada beberapa petunjuk dari jaksa dalam pengembalian berkas perkara tersangka kasus dugaan tuduhan ijazah palsu Jokowi, Roy Suryo cs
Kemudian, Herman menyebut Eggi Sudjana adalah sahabat perjuangan Roy Suryo cs dalam kasus ijazah Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved