Senin 04 Mei 2020, 11:01 WIB

​​​​​​​Presiden: Penerapan PSBB Harus Dievaluasi

Andhika Prasetyo | Politik dan Hukum
​​​​​​​Presiden: Penerapan PSBB Harus Dievaluasi

ANTARA/Adiwinata Solihin
Seorang petugas kepolisian mengatur lalu lintas saat sosialisasi pencanangan PSBB di Kota Gorontalo, Gorontalo, Senin (4/5).

 

PRESIDEN Joko Widodo menginstruksikan Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covud-19 dan seluruh menteri terkait untuk mengevaluasi penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar di empat provinsi dan 22 kabupaten/kota.

Jokowi ingin pemberlakukan PSBB dilaksanakan secara tepat, tidak berlebihan tetapi juga tidak kekurangan.

Ia mengaku masih mendapat laporan bahwa ada rumah sakit yang membiarkan pasien positif covud-19 berkeliaran bebas di rumah sakit. Ada banyak juga pasien dalam pengawasan (PDP) yang masih beraktivitas ke sana kemari dan tidak mengisolasi diri.

"Saya ingin memastikan bahwa ini betul-betul diterapkan secara ketat dan efektif. Ini perlu evaluasi. Mana daerah yang penerapannya terlalu over, terlalu kebablasan dan mana daerah yang masih kendor. Evaluasi ini penting sehingga kita bisa melakukan perbaikan-perbaikan," ujar Jokowi saat memimpin rapat terbatas, Senin (4/5).

Baca juga: Mahfud MD Jelaskan Rencana Kebijakan Relaksasi PSBB

Evaluasi juga perlu dilakukan terhadap kinerja penanganan covid-19 di daerah yang memberlakukan PSBB. Presiden ingin pembatasan sosial harus diimbangi dengan cepatnya pemeriksaan terhadap individu-individu yang berpotensi mengidap covid-19.

"Harus ada target yang terukur. Misalnya berapa jumlah pengujian sample yang telah dilakukan, tes PCR yg telah dilakukan. Apakah pelacakan yang agresif telah dikerjakan. Berapa yang dilacak setiap hari. Penduduk yang memiliki risiko terpapar tinggi seperti lanjut usia dan penderita komorbid juga harus betul-betul diproteksi," tegasnya. (A-2)

 

Baca Juga

MI/Susanto

Tuntutan Dugaan Suap Azis Syamsuddin akan Dibacakan Hari Ini

👤Candra Yuri Nuralam 🕔Senin 24 Januari 2022, 07:21 WIB
Azis didakwa menyuap mantan Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Stepanus Robin Pattuju Rp3,09 miliar dan US$36...
MI/Susanto

Jaksa KPK akan Bacakan Bantahan Atas Pledoi Angin Prayitno Hari Ini

👤Candra Yuri Nuralam 🕔Senin 24 Januari 2022, 06:42 WIB
Sebelumnya, Direktur Pemeriksaan dan Penagihan Ditjen Pajak Kemenkeu Angin Prayitno Aji mengklaim dakwaan terkait kasus dugaan suap...
Dok. Biro Pers Sekretriat Presiden

Istana Pastikan Pembangunan Ibu Kota Baru tak Hambat Penanganan covid-19 dan Pemulihan Ekonomi 

👤Andhika Prasetyo 🕔Minggu 23 Januari 2022, 23:00 WIB
Menurutnya, pembangunan infrastruktur selama ini terbukti membawa multiplier-effect bagi pembangunan dan kemajuan ekonomi secara...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya