Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
TIGA jabatan struktural sektor penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat ini diduduki oleh pejabat Polri. KPK menjamin hal tersebut tidak mengganggu independensi.
"KPK sebagai salah satu lembaga penegak hukum, dalam penanganan setiap kasus dipastikan akan tetap bekerja sesuai dengan koridor hukum yang berlaku," kata Pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK Ali Fikri di Jakarta, Selasa (21/4).
Tiga posisi itu merupakan Deputi Penindakan yang diisi oleh mantan Wakapolda DIY Brigjen Karyoto, Deputi Penindakan KPK yang diisi oleh mantan Kasubdit II Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Kombes Endar Priartono, dan Direktur Penyidikan Panca Putra yang juga merupakan anggota Polri.
Baca juga: KPK Bentuk Satgas TPPU untuk Pengembalian Uang Negara
KPK menjamin tidak ada kepentingan dari masuknya tiga orang itu. Ketiganya dipilih karena dinilai mempunyai keahlian yang sesuai dengan yang dibutuhkan KPK.
"Selain memiliki SDM yang bagus, KPK adalah lembaga yang telah memiliki sistem kerja yang baik sehingga setiap kerja-kerjanya baik itu proses maupun hasilnya dapat terukur akuntabilitasnya," ujar Ali.
Sebelumnya Indonesia Corruption Watch (ICW) menyayangkan posisi deputi penindakan dan direktur penyelidikan diisi dari instansi Kepolisian. Porsi Polri di jabatan struktural yang terlalu besar dikhawatirkan menimbulkan konflik kepentingan saat ada kasus dugaan korupsi yang melibatkan dari institusi Polri. (A-2)
Petugas kepolisian saat ini tetap disiagakan di lapangan untuk memantau pergerakan masyarakat, terutama di area aglomerasi dan kampung halaman.
Korlantas Polri resmi menghentikan one way nasional KM 414 hingga KM 70 pada Rabu (25/3) sore karena arus balik Lebaran 2026 mulai melandai.
Bareskrim Polri menangkap Direktur dan Manajer White Rabbit terkait dugaan peredaran narkoba sejak 2024. Polisi kini memburu aliran dana dan TPPU.
Pendaftaran Bintara Penerimaan Polri 2026 resmi dibuka dengan kuota 5.141 orang. Cek syarat, cara daftar online, dan batas waktu verifikasi hingga 30 Maret 2026!
Polri resmi buka pendaftaran Akpol, Bintara, dan Tamtama 2026 mulai 9-30 Maret. Cek syarat lengkap, kuota 6.900 orang, dan cara daftar di sini!
WAKIL Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni mendesak aparat kepolisian untuk mempercepat respons terhadap laporan masyarakat guna mencegah meluasnya aksi main hakim sendiri.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved