Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGAMAT Pertahanan dan Intelijen Muradi Clark menilai aksi kelompok Anarko yang belakangan dibekuk polisi tidak direncanakan masif sebagaimana disampaikan kepolisian. Aksi mereka sejauh ini dinilai masih bersifat lokal.
"Kalau disebut akan merencanakan aksi besar seperti kata kepolisian menurut saya tidak sampai ke sana. Saat ini pemainnya masih bersifat sangat lokal kaya kemaren di Tangsel dan tidak masif dalam skala nasional," kata Muradi dalam perbincangan dengan Media Indonesia, Selasa (14/4).
Hasil penelusuran Muradi setidaknya dari kota besar di Indonesia aksi kelompok ini tidak terlihat.
"Fokus mereka saat ini lain. Setidaknya saya lihat di Bandung karena saya juga kontak dengan mereka. Katanya tidak ada arah ke sana dan memang beda skalanya dengan aksi buruh yang lalu mereka masif di kota-kota besar. Kali ini saangat lokal sifatnya. Kalau pun ada konsolidasi itu sifatnya lokal saja bukan nasional," lanjut Muradi.
Baca juga: Polisi Waspadai Aksi Anarko di Tengah Pandemi
Dia menegaskan, langkah polisi saat ini dianggap tepat sekaligus umtuk memberi pesan lebih awal pada masyarakat dan juga kelompok ini agar berhati-hati.
"Setidaknya sebagai langkah pre-emtive sudah baik. Polisi sudah beri pesan lebih awal, meski sifatnya masih lokal tetapi harus mulai diantisipasi," pungkasnya.
Sebelumnya, kelompok diduga Anarko juga ditangkap di Tangerang Kota pada Jumat pekan lalu. Lima orang dari kelompok itu disangka melakukan aksi vandalisme dengan membuat coretan di dinding pertokoan yang dinilai mengajak masyarakat melakukan kerusuhan.
Coretan itu antara lain "Sudah Krisis Saatnya Membakar", "kill the rich", "mau mati konyol atau melawan".
Para pelaku vandalisme dijerat dengan Pasal 14 dan Pasal 15 UURI No 1 tahun 1946 tentang menyiarkan berita bohong dan Pasal 160 KUHP tentang tindakan menghasut di muka umum dengan ancaman hukuman penjara 10 tahun. (A-2)
Para ilmuan baru-baru ini telah menemukan virus corona baru pada kelelawar di Brasil yang memiliki kemiripan dengan virus MERS yang dikenal mematikan.
Hal itu meningkatkan kemungkinan bahwa virus tersebut suatu hari nanti dapat menyebar ke manusia, demikian yang dilaporkan para peneliti Tiongkok.
Pemberian berbagai bansos diperlukan untuk menjaga daya beli masyarakat.
“Saya beserta jajaran anggota DPRD DKI Jakarta turut berduka cita sedalam-dalamnya atas berpulang ke Rahmatullah sahabat, rekan kerja kami Hj. Umi Kulsum."
Para peneliti melengkapi setiap relawan dengan pelacak kontak untuk merekam rute mereka di arena dan melacak jalur aerosol, partikel kecil yang dapat membawa virus.
Mensos Juliari berharap bantuan ini berdampak signifikan terhadap perputaran perekonomian lokal.
Memahami perbedaan mendasar antara Super Flu, Influenza, dan Covid-19 bukan hanya soal ketenangan pikiran, tetapi juga tentang ketepatan penanganan medis untuk mencegah komplikasi serius.
GURU Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, Dominicus Husada, menilai penularan virus Nipah tidak sebesar kasus covid-19 yang menjadi pandemi.
Secara sederhana, zoonosis adalah penyakit infeksi yang ditularkan dari hewan vertebrata ke manusia.
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Bencana banjir di Sumatra memicu kritik terhadap respons pemerintah. Sosok almarhum Achmad Yurianto kembali dikenang atas perannya sebagai juru bicara pemerintah saat pandemi Covid-19.
Termometer perlu disterilisasi untuk membunuh kuman dan bakteri jika digunakan pada banyak orang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved