Selasa 14 April 2020, 11:32 WIB

Buat Surat Kontroversial, Stafsus Presiden Minta Maaf

mediaindonesia.com | Politik dan Hukum
Buat Surat Kontroversial, Stafsus Presiden Minta Maaf

Antara/Wahyu Putro
Presiden Joko Widodo memperkenalkan staf khusus dari kalangan milenial. Salah satunya Andi Taufan Garuda, yang membuat surat kontroversial.

 

STAF Khusus Presiden, Andi Taufan Garuda Putra, meminta maaf kepada publik lantaran sudah menyalahi prosedur.

Sebelumnya, melalui surat bernomor 003/S-SKP-ATGP/IV/2020, Andi meminta para camat di wilayah Jawa, Sulawesi dan Sumatra agar mau bekerja sama dengan PT Amartha Mikro Fintek (Amartha). Andi diketahui memimpin perusahaan tersebut.

Surat berkop Sekretariat Kabinet yang ditandatangi Andi selaku Staf Khusus Presiden, sudah beredar luas di jejaring media sosial. Banyak warganet menilai tindakan Andi tidak pantas.

Baca juga: Ini Tujuh Staf Khusus Milenial Presiden Jokowi

"Sehubungan dengan beredarnya surat saya, Andi Taufan Garuda Putra selaku Staf Khusus Presiden nomor 003/S-SKP-ATGP/IV/2020 tentang kerja sama sebagai relawan desa covid-19 yang ditujukan kepada camat beberapa daerah, yang menimbulkan tanggapan dari berbagai pihak. Untuk itu saya menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang memberikan masukan,” bunyi surat permintaan maaf Andi yang ditujukan kepada media, Selasa (14/4).

“Tentunya hal ini akan menjadi pelajaran penting bagi saya sebagai anak muda, yang ingin memberikan kontribusi untuk negeri. Agar tetap mengikuti kaidah aturan dalam sistem birokrasi. Saya mohon maaf atas hal ini dan menarik kembali surat tersebut," papar Andi.

Pada bagian bawah surat, Andi menjelaskan duduk perkara sekaligus memberikan klarifikasi. Dia mengatakan surat itu bersifat pemberitahuan dukungan kepada program Desa Lawan Covid-19, yang diinisiasi Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.

Baca juga: Stafsus Milenial Jokowi Ingin Dongkrak Tumbuh Kembang UMKM

"Maksud saya ingin berbuat baik. Bergerak cepat untuk membantu mencegah dan menanggulangi covid-19 di desa. Melalui dukungan langsung oleh tim lapangan Amartha yang berada di bawah kepemimpinan saya," terangnya.

Andi menegasikan dukungan itu atas dasar kemanusiaan, dengan biaya Amartha dan donasi masyarakat. Dia pun berjanji akan mempertanggungjawabkan secara transparan dan akuntabel.

"Dukungan yang diberikan dilakukan tanpa menggunakan anggaran negara, baik APBN maupun APBD. Saya akan terus bergerak membantu pemerintah dalam menangani penyebaran covid-19," pungkasnya.(OL-11)

 

 

Baca Juga

floridarehab.com

Dugaan Penyalahgunaan Narkotika Musisi AN Ditangkap Polisi

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 13 Juni 2021, 17:53 WIB
Hal tersebut dibenarkan  Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pol Ady Wibowo terkait penangkapan seorang musisi ternama dengan dugaan...
Antara

Korban Korupsi Bansos Gugat Juliari Batubara

👤Indriyani Astuti 🕔Minggu 13 Juni 2021, 15:30 WIB
Sejumlah korban yang menggugat ganti rugi kepada Juliari Batubara, mengaku bansos yang diterima memiliki kualitas buruk, bahkan tidak layak...
MI/Tiyok

Baleg Siap Bersihkan Pasal Multitafsir di UU ITE

👤Cahya Mulyana 🕔Minggu 13 Juni 2021, 10:08 WIB
Sesuai mekanisme kerja, maka Baleg akan menunggu draf revisi UU ITE yang akan disampaikan oleh pemerintah untuk kemudian dikaji lagi...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Perangkat Terenkripsi Jerat Penjahat di Seluruh Dunia

LEBIH dari 800 penjahat telah ditangkap di seluruh dunia seusai dijebak menggunakan aplikasi pesan terenkripsi yang dijalankan FBI.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya