Kamis 21 November 2019, 17:51 WIB

Ini Tujuh Staf Khusus Milenial Presiden Jokowi

Damar Iradat | Politik dan Hukum
Ini Tujuh Staf Khusus Milenial Presiden Jokowi

MI/Akmal Fauzi
Presiden Joko Widodo saat memperkenalkan staf khusus milenial

 

PRESIDEN Joko Widodo mengenalkan tujuh nama staf khusus baru yang akan membantunya dalam pemerintahan untuk lima tahun ke depan. Mayoritas stafsus baru berasal dari kalangan milenial.

Pengenalan para stafsus dilakukan di beranda belakang Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (21/11). Para stafsus yang diperkenalkan kompak mengenakan kemeja putih lengan panjang dan celana hitam.

"Saya ingin kenalkan stafsus presiden yang baru, yang tugas khususnya nanti adalah mengembangkan inovasi-inovasi di berbagai bidang," kata Jokowi.

Baca juga: KPK Minta Interpol Terbitkan Red Notice untuk Sjamsul Nursalim

Jokowi mengatakan, ketujuh stafsus milenial ini akan menjadi teman diskusi agar memberikan gagasan segar inovatif, sehingga bisa cari cara baru yang melompat utnuk kejar kemajuan. Sekaligus, menurut dia, menadi jembatan dirinya sebgai Presiden bagi anak muda, santri muda, dan diaspora yang tersebar di berbagai tempat.

Lebih lanjut, menurut dia, para stafsus milenial ini tidak akan penuh waktu bekerja di Istana Kepresidenan. Para stafsus, menurut Jokowi, juga memiliki kegiatan dan pekerjaan masing-masing.

"Minimal seminggu, dua minggu pasti ketemu. Bahwa masukan setiap jam setiap menit kan bisa saja," ujar Jokowi.

Adapun, tujuh stafsus milenial di antaranya, Adamas Belvasyah Devara, Putri Tanjung, Andi Taufan Garuda Putra, Ayu Kartika Dewi, Billy Mambrasar, Angki Yudistia, dan Aminuddin Maruf.

Selain tujuh stafsus milenial, ada lima stafsus presiden. Mereka ialah akademisi Anak Agung Gde Ngurah Ari Dwipayana, intelektual Sukardi Rinakit, ekonom Megawati Institute Arif Budimanta, Ketua Umum PKPI Diaz Hendropriyono,, kader PSI Dini Shanti Purwono. (X-15)
 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More