Headline
Warga AS menolak kepemimpinan yang kian otoriter.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Ketua MPR dari Fraksi Partai NasDem Letari Moerdijat meminta pemerintah untuk memastikan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) berjalan efektif di setiap daerah.
Ia Menilai PSBB sebagai salah satu langkah paling baik untuk meredam sebaran covid-19 atau virus korona.
"Segera laksanakan program PSBB ataupun program lain yang telah disiapkan daam rangka pencegahan sebaran covid-19," tutur wanita yang akrab disapa dengan Rerie ini di Jakarta, Sabtu (4/4).
Untuk memastikan PSBB berjalan dengan efektif, Rerie mendorong pemerintah pusat untuk meningkatkan koordinasi dengan pemerintah daerah (pemda).
Disamping itu, perlu ada penegakan aturan dengan tegas dan terukur yang dilakukan oleh aparat daerah untuk memastikan PSBB berjalan di masyarakat.
Baca juga : Cerita Pasien Sembuh dari Covid-19, Berkat Dukungan dan Niat Kuat
"Koordinasi yang baik dalam menghambat penyebaran covid-19 bisa menjadi jawaban untuk menekan jumlah suspect," tuturnya.
Selain itu, dengan koordinasi yang baik antara pusat dan daerah, Rerie berharap tidak ada lagi perbedaan data pasien Covid-19 yang terjadi di daerah dan pusat.
Ia meminta pemerintah melakukan langkah koreksi dan revisi terhadap metode pengumpulan data terkait jumlah PDP (pasien dalam pengawasan), ODP (orang dalam pemantauan), serta korban meninggal.
"Sehingga pemerintah memiliki angka presisi serta gambaran konkret mengenai penyebaran virus. Langkah ini dibutuhkan untuk pengambilan keputusan lanjutan serta proyeksi ke depan," paparnya.
Selain itu, Rerie menambahkanm pemerintah juga perlu mempersiapkan ruang anggaran untuk mengatasi wabah covid-19. Ruang anggaran tersebut diperlukan untuk memperhitungkan stimulus-stimulus yang dibutuhkan untuk mengantisipasi perlambatan ekonomi di dalam negeri.
"Meminta pemerintah untuk segera mendistribusikan anggaran yang telah diperhitungkan tersebut dan memastikan penggunaan anggaran sesuai dengan pos prioritas," ujarnya. (OL-7)
Ia menegaskan, terdapat tiga virus pernapasan utama yang idealnya terus dipantau, yakni COVID-19, influenza, dan Respiratory Syncytial Virus (RSV).
Vaksin penguat atau booster Covid-19 masih diperlukan karena virus dapat bertahan selama 50-100 tahun dalam tubuh hewan.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) baru-baru ini mencatatkan jumlah kasus covid-19 secara global mengalami peningkatan 52% dari periode 20 November hingga 17 Desember 2023.
PJ Bupati Majalengka Dedi Supandi meminta masyarakat untuk mewaspadai penyebaran Covid-19. Pengetatan protokol kesehatan (prokes) menjadi keharusan.
PEMERINTAH Palu, Sulawesi Tengah, mengimbau warga tetap waspada dan selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan menyusul dua kasus positif covid-19 ditemukan di kota itu.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) mengklasifikasikan jenis virus covid-19 varian JN.1 sebagai VOI atau 'varian yang menarik'.
Ia menegaskan, terdapat tiga virus pernapasan utama yang idealnya terus dipantau, yakni COVID-19, influenza, dan Respiratory Syncytial Virus (RSV).
Objektif harus diakui bahwa sekolah daring adalah proses pembelajaran yang menyebabkan lahir generasi covid-19
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Memahami perbedaan mendasar antara Super Flu, Influenza, dan Covid-19 bukan hanya soal ketenangan pikiran, tetapi juga tentang ketepatan penanganan medis untuk mencegah komplikasi serius.
GURU Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, Dominicus Husada, menilai penularan virus Nipah tidak sebesar kasus covid-19 yang menjadi pandemi.
Secara sederhana, zoonosis adalah penyakit infeksi yang ditularkan dari hewan vertebrata ke manusia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved