Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PARTAI NasDem dan Golkar sepakat agar parliamentary threshold (PT) atau ambang batas parlemen naik dari 4% menjadi 7%. Hal itu disepakati keduanya dalam pertemuan antara Surya Paloh dengan Airlangga Hartarto hari ini, (9/3).
Menanggapi hal itu, Wakil Sekretaris Jendera; PPP, Achmad Baidowi, mengatakan bahwa kesepakatan tersebut sepenuhnya menjadi hak NasDem dan Golkar. Begitu juga bila mereka ingin memperjuangkannya di DPR.
Namun, Baidowi mengingatkan bahwa semakin tinggi PT, akan semakin banyak suara pemilih yang terbuang sia-sia. Akan semakin banyak suara dan aspirasi masyarakat yang tidak dapat tersalurkan di parlemen.
Baca juga : Golkar Dukung usul NasDem, Ambang Batas Parlemen 7%
"Akan ada jutaan aspirasi dari masyarakat yang disalurkan melalui partai politik tapi tidak bisa diteruskan ke parlemen karena parpol itu tidak lolos angka PT. Hal ini sekaligus menafikan keragaman yang menjadi pondasi terbentuknya NKRI," ujar Baidowi, ketika dihubungi, Senin, (9/3).
Sementara itu terkait sistem pemilu, Baidowi mengatakan opsi-opsi masih terbuka. PPP masih melakukan kajian untuk menentukan sikap politik apakah pemilu lebih baik dengan sistem proporsional tertutup atau terbuka.
"Sistem tertutup lebih memberikan kesempatan kepada parpol untuk menyiapkan kader terbaik bukan sekedar caleg yang hanya bermodal finansial dan popularitas. Sistem kepartaian akan berjalan maksimal," ujar Baidowi. (OL-7)
Ambang batas yang terlalu tinggi juga berisiko menurunkan derajat keterwakilan dan meningkatkan jumlah suara yang terbuang.
Dalam situasi tersebut, kemunculan partai baru justru memunculkan tanda tanya besar soal tujuan pendiriannya.
Pembaruan UU Pemilu merupakan mandat yang telah diberikan pimpinan DPR RI kepada Komisi II untuk dibahas secara mendalam.
Di luar kendala administratif, tantangan terbesar bagi partai pendatang baru adalah segmentasi pemilih yang sudah terkunci pada partai-partai lama.
Perlunya sistem politik yang lebih adil agar suara rakyat tidak hilang.
Sebanyak delapan parpol, setelah beberapa kali pertemuan, bersepakat resmi mendeklarasikan komitmen dan semangat bersama bernama GKSR.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved