Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Joko Widodo menyerukan agar eliminasi penyakit tuberkulosis (TBC) dilakukan secara konsisten dan masif. Upaya-upaya pencegahan dibutuhkan untuk menciptakan Indonesia yang bebas TBC pada 2030.
"Urusan TBC penting sekali, gerakan pengurangan di 2030. Gerakan ini harus konsisten dan masif karena negara kita masih banyak yang mengalami TBC," ucap Jokowi dalam pencanangan Gerakan Maju Bersama Menuju Eliminasi Tuberkulosis 2030, di Cimahi, Jawa Barat, Rabu (29/1).
Presiden menekankan upaya preventif penting dilakukan, selain upaya kuratif. Ia menegaskan pemerintah juga memiliki perhatian tinggi mengenai persoalan kesehatan agar bisa diatasi tuntas dan tidak menjadi beban bagi pembangunan SDM yang bisa berimbas ke perekonomian.
"Betul-betul ini saya titip karena percuma pertumbuhan ekonomi baik tapi TBC-nya tinggi," jelasnya.
Baca juga: Presiden Minta Semua Stakeholder Harus Aktif Eliminasi TBC
Presiden meminta upaya eliminasi TBC dilakukan meluas hingga tingkat komunitas. Ia pun mengajak kader-kader gerakan tersebut dan petugas di tingkat Puskesmas untuk aktif melakukan pencegahan.
Kepala Negara juga menyoroti urusan pencegahan TBC berkaitan dengan faktor-faktor lingkungan. Karena itu, menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat menjadi kewajiban pemerintah baik pusat maupun daerah dan masyarakat.
"Pencegahan lebih baik. Sebaiknya di perkotaan maupun perdesaan membangun rumah-rumah sehat. Itu menjadi kunci," ujar Kepala Negara.
"Menjamin kesehatan masyarakat bukan hanya urusan dokter, Menkes, Dinkes tapi juga urusan Menteri PUPR. Dinas PU harus melihat, bukan hanya mengurusi (pembangunan) jalan. Hal-hal yang tadi saya sampaikan seperti drainase, pengelolaan sampah, dan rumah yang sehat itu sangat penting," pungkas Presiden Joko Widodo.(OL-5)
Pasien tuberkulosis disarankan segera berkonsultasi dengan dokter jika merasakan gejala ringan agar dapat diberikan penanganan yang tepat.
Kemenkes memperketat penanganan AIDS, TBC, dan malaria di Papua Pegunungan. Enam daerah jadi fokus utama dengan strategi baru lintas sektor.
KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) menegaskan hingga saat ini belum ada bukti ilmiah yang menyatakan obat herbal bisa mencegah atau mengobati penyakit Tuberkulosis (Tb).
MEDIA sosial sempat dihebohkan dengan pernyataan dari influencer yang menyebut bahwa tuberkulosis (Tb) dapat dicegah dan diobati dengan obat herbal.
Efek samping dari obat tuberkulosis atau TBC biasanya berupa gejala ringan berupa mual, nafsu makan menurun, kelelahan, gatal namun tidak ada ruam atau kemerahan.
TB ginjal merupakan salah satu bentuk TB ekstra paru. Kondisi ini terjadi akibat infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis pada jaringan ginjal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved