Kamis 09 Januari 2020, 10:54 WIB

KPK Panggil Mantan Bupati Bogor Rachmat Yasin Sebagai Tersangka

KPK Panggil Mantan Bupati Bogor Rachmat Yasin Sebagai Tersangka

Mi/Dede Susanti
Mantan Bupati Bogor Rachmat Yasin (berbaju batik biru) kembali dipanggil KPK sebagai tersangka suap memotong pembayaran dari beberapa SKPD.

 

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil mantan Bupati Bogor periode 2008-2014 Rachmat Yasin (RY), yang telah ditetapkan sebagai tersangka tindak pidana korupsi pemotongan uang dan gratifikasi.
 
"Yang bersangkutan dijadwalkan diperiksa sebagai tersangka terkait tindak pidana korupsi pemotongan uang dan gratifikasi," ucap Pelaksana tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (9/1/2020).
 
Sebelumnya, KPK telah menetapkan Rachmat sebagai tersangka pada 25 Juni 2019. Untuk kasus suap, tersangka Rachmat diduga meminta, menerima atau memotong pembayaran dari beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) sebesar Rp8.931.326.223.  Uang tersebut diduga digunakan untuk biaya operasional bupati dan
kebutuhan kampanye pemilihan kepala daerah dan pemilihan legislatif yang diselenggarakan pada 2013 dan 2014.
 
Selain itu, tersangka Rachmat juga diduga menerima gratifikasi, yaitu berupa tanah seluas 20 hektare di Jonggol, Kabupaten Bogor dan mobil Toyota Vellfire senilai Rp825 juta. 
Gratifikasi tersebut diduga berhubungan dengan jabatan tersangka dan berlawanan dengan kewajiban atau tugasnya serta tidak dilaporkan ke KPK dalam waktu paling lambat 30 hari kerja.

Rachmat disangkakan melanggar Pasal 12 huruf f dan Pasal 12 B Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.  Diketahui, Rachmat pada 8 Mei 2019 telah bebas setelah menjalani masa hukuman terkait perkara korupsi di Lapas Sukamiskin Bandung.

baca juga: Tahun ini, Babel Siapkan 2,8 Juta Batang Bibit Lada

Rachmat saat itu divonis 5 tahun 6 bulan penjara dan denda Rp300 juta karena menerima suap senilai Rp4,5 miliar guna memuluskan rekomendasi surat tukar menukar kawasan hutan atas nama PT Bukit Jonggol Asri seluas 2.754 hektare. (OL-3)

 

Baca Juga

Dok. Pribadi

Polri Tegaskan akan Tindak Tegas Pelaku Ujaran Kebencian dan SARA

👤Thomas Harming Suwarta 🕔Rabu 27 Januari 2021, 20:49 WIB
Hari ini pihaknya sudah menahan politikus Hanura Ambroncius Nababan yang menjadi tersangka kasus ujaran kebencian dan SARA terhadap mantan...
ANTARA/APRILLIO AKBAR

Eks FPI Disarankan Gabung Organisasi yang Bermanfaat

👤Budi Ernanto 🕔Rabu 27 Januari 2021, 20:06 WIB
Dinilai tepat jika bergabung ke organisasi resmi agar terhindar dari kelompok...
MI/Saskia Anindya Putri

Dewan Adat Papua Minta Pelaku Rasisme Dihukum Berat

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 27 Januari 2021, 19:07 WIB
Kejadian ini sudah terjadi berulang kali, tidak hanya bagi Natalius Pigai. Tapi belum ada upaya penegakan hukum yang...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya