Jumat 27 Desember 2019, 17:20 WIB

Mahfud MD Ungkap Penangkapan Dua Orang Penyerang Novel Baswedan

Cindy Ang | Politik dan Hukum
Mahfud MD Ungkap Penangkapan Dua Orang Penyerang Novel Baswedan

MI/Ramdani
Menko Polhukam Mahfud MD

 

MENTERI Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD menyebut dua orang terduga pelaku yang melakukan penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan ditangkap. Mereka sudah diamankan di Bareskrim Polri.

"Saya sudah tahu ada dua orang. Itu bagus," ucap Mahfud singkat di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Jumat 27 Desember 2019.

Bareskrim Polri belum mengonfirmasi terkait penangkapan tersebut.

Dua orang tak dikenal menyiram Novel Baswedan dengan air keras pada Selasa, 11 April 2017. Penyidik senior KPK itu disiram air keras usai salat subuh di Masjid Jami Al Ihsan, Kelurahan Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Penyidik KPK Novel Baswedan. (Dok MI)

Di era Kapolri Jenderal Tito Karnavian sempat membentuk Tim Pencari Fakta (TPF) membedah kasus Novel. Penyerangan disimpulkan terkait pekerjaan Novel sebagai penyidik KPK.

Pengusutan kasus Novel kemudian dilanjutkan tim teknis yang bekerja mulai Kamis, 1 Agustus 2019. Namun, hingga kini kerja tim Teknis belum dibuka kepada publik.

Presiden Joko Widodo telah mengultimatum Kapolri Jenderal Idham Azis untuk mengungkap penyerang Novel. Jokowi telah mendapatkan laporan lengkap dari Idham pada Senin, 9 Desember 2019. Kepala Negara menyebut terdapat perkembangan signifikan dalam kasus penyiraman air keras itu.

"Saya tidak bicara masalah bulan, kalau saya bilang secepatnya berarti dalam waktu (hitungan) hari," kata Jokowi di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, Selasa, 10 Desember 2019. (X-15)

Baca juga: Kasus Novel Baswedan Jadi Perhatian Kabareskrim

Baca juga: Presiden Ultimatum Kapolri

Baca juga: Jokowi Minta Kapolri Selesaikan Kasus Novel dalam Hitungan Hari

Baca Juga

MI/M Irfan

KPK Kesulitan Hitung Harta Edhy Prabowo

👤Chandra Yuri Nuralam 🕔Minggu 07 Maret 2021, 06:27 WIB
KPK kesulitan mengusut dugaan suap yang dilakukan Edhy Prabowo karena banyak saksi tidak kooperatif menyampaikan aset-aset...
MI/Ramdani

Mahfud: Pemerintah Tidak Anggap KLB Partai Demokrat Ilegal

👤Emir Chairullah 🕔Sabtu 06 Maret 2021, 23:18 WIB
PEMERINTAH tidak menganggap kegiatan KLB Partai Demokrat sebagai kegiatan ilegal. Menurutnya, kegiatan tersebut tak lebih hanya merupakan...
Ilustrasi

Perubahan Waktu Pencoblosan Pemilu 2024 Tidak Signifikan

👤Sri Utami 🕔Sabtu 06 Maret 2021, 22:45 WIB
Maka akan tetap tidak maksimal dalam menyelesaikan problematika kepemiluan sebagaimana yang kita hadapi dalam pemilu-pemilu...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya