Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
Pihak kepolisian akan menindaklanjuti hasil temuan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) terkait dugaan pencucian uang yang dilakukan beberapa kepala daerah di kasino luar negeri.
"Prinsip kalau memang terbukti, bukti cukup. Karena laporan itu harus ada cukup bukti," kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Muhammad Iqbal usai upacara serah terima jabatan 13 perwira tinggi, di Gedung Bareskrim Polri, Senin (16/12).
Menurut Iqbal, polisi baru akan menindaklanjuti temuan PPATK jika pelaporannya dilengkapi dengan minimal dua alat bukti.
"Minimal dua alat bukti yang cukup, melanggar tindak pidana, pasti akan ditindaklanjuti oleh hukum," papar Iqbal.
Sementara itu, Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Komisaris Besar Asep Adi Saputra menyebut pihak kepolisian akan menunggu laporan hasil analisis (LHA) yang dilakukan oleh PPATK.
"Ya kita tunggu hasil dari PPATK seperti apa. Mereka kan akan mengeluarkan LHA, laporan hasil analisis seperti apa, itu prosesnya," ungkap Asep.
Sebelumnya PPATK menyampaikan refleksi akhir tahun pada Jumat (13/12). Dalam pemaparannya, PPATK menelusuri transaksi keuangan kepala daerah yang diduga menempatlan dana daam bentuk valuta asing dengan nomina setara Rp50 miliar ke rekening kasino di luar negeri. (OL-11)
PPATK menyampaikan 994 Hasil Analisis, 17 Hasil Pemeriksaan, serta 529 Informasi kepada penyidik dan kementerian/lembaga terkait.
Penyidik KPK mensinyalir nominal uang hasil pemerasan jauh lebih besar dari temuan saat ini.
Selain penindakan hukum terhadap para pelaku, Polri juga bergerak memutus akses perjudian di dunia maya.
PERKEMBANGAN teknologi blockchain yang menjadi fondasi aset kripto dinilai berpotensi kuat menjadi medium baru bagi tindak pidana pencucian uang.
Kementerian Keuangan melalui Direktorat Jenderal Bea dan Cukai mengenalkan aplikasi dengan sistem kecerdasan buatan (AI) bernama Trade AI.
Anang enggan membeberkan hasil kerja penyidik, demi menjaga kerahasiaan proses penyidikan. Strategi penyidikan diserahkan sepenuhnya kepada penyidik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved