Jumat 06 Desember 2019, 19:09 WIB

KPU Gagal Larang Eks Napi Korupsi Ikut Pilkada

Cahya Mulyana | Politik dan Hukum
KPU Gagal Larang Eks Napi Korupsi Ikut Pilkada

MI/MOHAMAD IRFAN
Anggota KPU Evi Novida Ginting Manik

 

KOMISI Pemilihan Umum (KPU) RI batal melarang mantan narapidana tindak pidana korupsi menjadi calon kepala daerah pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2020.

Hal itu tertuang dalam Peraturan KPU (PKPU) Nomor 18 tahun 2019 tentang Pencalonan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, Dan/Atau Wali Kota dan Wakil Wali Kota. 

Alasannya, penyelenggara pesta demokrasi ini enggan berpolemik tentang isu tersebut karena bisa mengganggu tahapan pelaksanaan pesta demokrasi di 270 daerah.

"Iya (KPU tidak melarang eks napi korupsi ikut Pilkada 2020 dalam PKPU) tapi kita berharap itukan dimasukan dalam UU (Pilakda), karena kita juga sekarang inikan lebih fokus pada tahapan. Jadi supaya jangan terlalu misalnya menjadi lama," kata Komisioner KPU Evi Novida Ginting Manik saat dikonfirmasi soal isu tersebut, Jumat (6/12).

Menurut dia, KPU enggan tahapan Pilkada 2020 terganggu akibat polemik persyaratan calon kepala daerah sehingga segera mengesahkan PKPU tersebut pada 2 Desember. Namun KPU tetap mendorong pesta demokrasi menghasilkan pemimpin berintegritas walaupun sebatas imbauan supaya partai politik serta masyarakat tidak mencalonkan eks narapidana korupsi.

"Jadi kita yang paling penting bagaimana peraturan KPU pencalonan ini cepat bisa keluar dan menjadi pedoman bagi tahapan pencalonan pemilihan kepala daerah 2020. Seiringnya waktu karena inikan sudah mendekati tahapan," jelasnya.

Baca juga: KPU Manfaatkan Sidalih Susun Daftar Pemilih Pilkada 2020

Walaupun gagal memasukkan syarat tersebut dalam PKPU, Evi mengharapkan hal itu bisa lewat UU Pilkada yang secara tingkatkan hukum jauh lebih mengikat ketimbang PKPU. 

"Namun KPU tetap pada prinsipnya melarang, ingin melarang eks napi korupsi untuk maju sebagai calon kepala daerah. Maka kami minta kepada parpol untuk mengutamakan yang bukan manran napi korupsi," ungkapnya.

Ia mengatakan tahapan pencalonan kepala daerah untuk Pilkada 2020 sudah berlangsung sejak 26 Oktober. Jika PKPU itu tak kunjung terbit atau nantinya dimentahkan karena satu syarat pencalonan tersebut bisa menggeser seluruh tahapan yang telah tersusun rapi.

"Kita intinya fokus kepada tahapan saja. Kalau ini terlalu menjadi dipersoalkan dan lain sebagainya ini kan bisa menggangu tahapan pencalonan," pungkasnya.

Pada PKPU tersebut tepatnya Pasal 3A ayat 3 dan 4 tentang persyaratan, berbunyi dalam seleksi bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/atau Wali Kota dan Wakil Wali Kota secara demokratis dan terbuka sebagaimana dimaksud pada ayat (2) mengutamakan bukan mantan terpidana korupsi.

Selain kepada partai politik, KPU juga meminta hal serupa kepada masyarakat supaya tidak mencalonkan orang yang memiliki status serupa. Itu tertuang dalam pasal 3 ayat 4 yang berbunyi bakal calon perseorangan yang dapat mendaftar sebagai calon Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/atau Wali Kota dan Wakil Wali Kota diutamakan bukan mantan terpidana korupsi. (A-4)

Baca Juga

Antara

RUU Pemilu Perlu Tingkatkan Batas Sumbangan Kampanye

👤Tri Subarkah 🕔Minggu 24 Januari 2021, 22:30 WIB
Ia juga mendorong agar laporan dana kampanye diatur lebih ketat dengan dengan audit investigatif, transparan, dan...
Antara

Munarman FPI Berang ke PPATK, Ini Penyebabnya

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Minggu 24 Januari 2021, 20:06 WIB
“Memangnya kalau dari luar negeri itu otomatis bandit semua apa, koruptor semua apa? Seperti para elit di sini,”...
Antara

PPATK Sebut FPI Banyak Terima Dana dari Luar Negeri

👤Despian Nurhidayat 🕔Minggu 24 Januari 2021, 19:45 WIB
"Iya itu betul, tapi kan belum berarti bisa disimpulkan apa-apa. Transaksi ke luar negeri biasa juga dilakukan organisasi, individu,...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya