Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menggelar sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan untuk mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo (UNG). Sosialisasi perdana Rerie, sapaan dia, mengangkat tema Empat konsensus kebangsaan dan kepemimpinan 2030 dan sengaja menyasar mahasiswa.
Rerie menilai mahasiswa target penting sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan karena mereka calon pemimpin bangsa di masa mendatang. Dia pun menitipkan Indonesia ke tangan calon-calon pemimpin Indonesia tersebut.
"Saya memang memilih mahasiswa karena saya pribadi melihat bahwa di tangan anak-anak inilah nantinya kita menitipkan masa depan Indonesia 2045," terang Rerie di Auditorium UNG, Kota Gorontalo, Gorontalo, kemarin, seperti dikutip Medcom.id.
Rerie berharap pendidikan maupun kualitas kepemimpinan pelajar dan mahasiswa terus meningkat. Ia ingin generasi calon pemimpin masa depan terus menjaga nasionalisme. Hal tersebut sesuai dengan Nawa Cita II, yakni pembangunan sumber daya manusia.
"Pesan-pesan ini yang saya sampaikan kepada anak-anak agar mereka kembali mengingatnya, dan agar mereka sadar serta paham bahwa tanggung jawab mempertahankan Republik ini berada di pundak mereka," sambungnya.
Rerie juga mengupas berbagai karakteristik yang harus dimiliki pemimpin. Salah satunya, dapat menghargai orang lain serta mengedepankan keragaman dalam persatuan bangsa untuk menghadapi beragam tantangan.
"Belakangan ini kita dihadapkan begitu banyak problem yang menjurus pada ancaman disintegrasi, meningkatnya intoleransi. Ini semua harus kita mulai untuk disikapi dengan memberikan kembali pemahaman (Empat Pilar Kebangsaan)," terangnya.
Selain memberi pembekalan Empat Pilar Kebangsaan, politikus Partai NasDem itu juga akan memimpin diskusi kelompok terarah untuk mendengar masukan publik terkait dengan wacana amendemen UUD 1945.
Di kesempatan terpisah, para staf khusus Presiden yang merupakan perwakilan generasi muda komit membangun narasi besar Indonesia maju.
"Narasi yang perlu kita dorong bersama-sama mengajak semua pihak untuk berpikir, bersikap, dan bekerja secara produktif," kata Koordinator Staf Khusus Presiden, Ari Dwipayana, di Istana Negara, kemarin. (Ant/P-2)
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan peran keluarga sebagai ruang yang aman bagi perempuan, sebagai bagian penting dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.
WAKIL Ketua MPR RI Lestari Moerdijat, mengatakan peran generasi muda sangat dibutuhkan dalam upaya membangun ekosistem pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan.
Lestari Moerdijat mengatakan pemenuhan hak anak berkebutuhan khusus (ABK) dan disabilitas harus terus digencarkan di berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam hal pendidikan.
WAKIL Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, mengatakan landasan kerja yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan harus menjadi acuan para pemangku kepentingan dalam pembangunan.
Lestari Moerdijat, menegaskan pentingnya membangun sistem peringatan dini bencana yang akurat dan mudah dipahami, agar risiko dampak cuaca ekstrem dapat ditekan semaksimal mungkin.
KETUA Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Ahmad Muzani menduga maraknya praktik pembalakan liar sebagai salah satu faktor yang memperparah banjir Sumatra dan Aceh.
Rerie mengatakan, memperjuangkan hak adalah bagian dari menjalankan amanat Konstitusi untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang adil, makmur, dan sejahtera.
Pagelaran wayang kulit dihadiri berbagai lapisan masyarakat Surakarta, mulai dari orang tua hingga para pelajar.
SETIAP anak bangsa harus mampu mengimplementasikan nilai-nilai yang terkandung dalam Empat Pilar Kebangsaan untuk menjawab tantangan di masa datang.
Melestarikan seni wayang menjadi bagian penting dalam memperkuat nilai-nilai kebangsaan, seperti yang tercermin dalam Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)
Gde Sumarjaya Linggih, yang lebih dikenal sebagai Demer, memberikan pidato dan arahan kepada siswa-siswi SMK Kesehatan PGRI Denpasar tentang pentingnya Empat Pilar Kebangsaan.
PERBAIKAN kualitas demokrasi harus konsisten dilakukan demi terwujudnya proses pembangunan yang berkeadilan dan menghasilkan kemakmuran yang merata bagi seluruh rakyat Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved