Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGUNGKAPAN aktor intelektual penyirraman air keras penyidik senior Komisi Pemberantasan korupsi (KPK) Novel Baswedan dinilai tidak akan mudah.
Wakil Ketua Setara Institute Bonar Tigor Naipospos mengatakan, polisi kemungkinan besar hanya akan mengungkap pelaku lapangan dari penyiraman air keras tersebut. Namun, untuk pelaku intelektual akan sangat gelap.
"Dan ini akan sangat bergantung pada kepolisian nanti kalau polisi berhasil memproses pelaku lapangan, apakah dia bisa mengejar aktor intelektual? Karena butuh bukti-bukti lebih jauh untuk dikembangkan. Tidak gampang untuk menginvestigasi siapa sebenernya aktor intelektualnya," katanya di Kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (7/11).
Kasus Novel, lanjut Bonar,m juga punya tekanan tersendiri karena menjadi sorotan publik yang terus meminta pemerintah dan aparat kepolisian menuntaskan kasus tersebut.
"(Tekanan) Tentu, karena sekarang bukan hanya publik yang menekan. Tapi Presiden terus menerus memberikan batas waktu," ujar pria yang akrab disapa coki tersebut.
Baca juga : Polisi Akan Panggil Novel soal Rekayasa Penyiraman Air Keras
Menurutnya Presiden menekan pihak kepolisian karena Presiden memahami adanya harapan dari masyarakat kepada presiden untuk mengungkap kasus tersebut.
"karena Jokowi sepertinya mengerti betul ini kasus yang kemudian kalau tidak ada penyelesaiannya, ini akan merugikan diri Jokowi. Karena publik berharap pada Jokowi untuk menyelesaikan kasus ini," ungkap Coki.
Sebelumnya, Pada 19 Juli 2019, Presiden Joko Widodo memberikan waktu 3 bulan kepada Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian untuk menyelesaikan kasus tersebut.
Waktu 3 bulan itu lebih singkat dari target 6 bulan yang disampaikan Kapolri sebagai masa kerja tim teknis yang akan melanjutkan hasil temuan Tim Pencari Fakta (TPF). Namun hingga tenggal waktu itu lewat, belum ada orang yang ditetapkan sebagai tersangka oleh Polri. (OL-7)
Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman mengingatkan adanya mantan pejabat yang diduga menjadi penumpang gelap dalam isu reformasi Polri.
PRESIDEN Prabowo Subianto meminta jajaran Kepolisian Republik Indonesia (Polri) untuk tetap tabah dalam menjalankan tugas meskipun kerap menjadi sasaran serangan serta kritik tajam.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya profesionalisme, persatuan, dan kedekatan dengan rakyat dalam tubuh TNI dan Polri
KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak menyebut Presiden Prabowo menekankan evaluasi berkelanjutan dan peningkatan kinerja TNI-Polri demi rakyat.
Ketua Komisi Percepatan Reformasi Polri Jimly Asshiddiqie menilai reformasi Polri tak bisa instan karena 30 aturan internal perlu dibenahi.
Lemahnya fungsi pengawasan dinilai menjadi titik krusial yang menghambat keberhasilan agenda reformasi Polri
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved