Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
PULUHAN mahasiswa dan pemuda menggelar aksi damai di depan Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Jakarta, Senin (9/9) siang. Mereka yang tergabung dalam aliansi Masyarakat Penegak Demokrasi (MPD) mendesak DPR RI untuk segera merevisi UU Komisi Pemberantasan Korupsi.
Para peserta aksi budaya itu merupakan gabungan mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi di Jakarta. Tampak pula puluhan wanita yang mengenakan pakaian adat khas daerah, seperti Sumatera Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Papua.
Baca juga: Dewan Pengawas Perkuat KPK
Kristiyani, salah satu peserta aksi, mengatakan pakaian adat itu dapat dilihat sebagai simbol bahwa para peserta aksi tidak berasal dari satu kalangan, melainkan menyuarakan suara rakyat Indonesia untuk KPK yang independen dan semakin maju.
"Kami mungkin tidak bisa duduk di kursi pemerintahan, tapi kami bisa memperjuangkannya di sini. Ini sebagai bentuk keberagaman bahwa kami bukan hanya dari satu kelompok tapi mewakili keberagaman Indonesia," katanya.
Selain bendera Merah Putih, mereka juga membawa spanduk bertuliskan "Masyarakat Penegak Demokrasi Demi Demokrasi Sehat, Dukung Revisi UU KPK, Mendorong DPR RI Segera Voting Capim KPK Baru", serta spanduk lainnya bertuliskan "We Love KPK".
Aksi budaya ini merupakan aksi kali keduanya yang telah dilakukan oleh MPD untuk mendukung revisi UU KPK. Selain menyampaikan pendapat di tempat publik, mereka juga membagi-bagikan bunga mawar merah kepada para pengguna jalan yang tengah melintas.
"Bunga ini adalah simbol kita mendukung revisi UU KPK oleh DPR RI, demi penguatan sistem hukum di KPK dalam rangka pemberantasan korupsi," timpal peserta aksi lainnya. (Gol/A-3)
Budi enggan memerinci total uang yang dikumpulkan. Penerima aliran dananya juga dirahasiakan oleh KPK untuk menjaga kerahasiaan proses penyidikan.
Gus Alex diperiksa sebagai saksi untuk tersangka lainnya dalam kasus ini. KPK enggan memerinci pihak-pihak di Kemenag yang dialiri uang oleh Gus Alex.
Ia mengaku tidak terkejut dengan pernyataan Noel yang menyebut ada upaya kriminalisasi terhadap dirinya.
Tuntutan ini merupakan upaya kontrol sosial agar negara tidak lalai dalam menjaga etika pejabat publik.
Tiga tersangka dalam kasus dugaan suap ijon proyek, yaitu Bupati nonaktif Bekasi Ade Kuswara Kunang (ADK) dan Bapaknya HM Kunang (HMK), dan pihak swasta Sarjan (SRJ).
Menurutnya, untuk jabatan perangkat desa selain sekretaris, praktik suap juga marak dengan nilai ratusan juta rupiah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved