Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
RAKYAT siap-siap gigit jari seusai Pemilihan Presiden 2019. Sejatinya, pemegang kedaulatan itu bisa memimpikan laga partai pengusung pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin dan partai oposisi. Namun, mimpi itu bakal buyar.
Partai Amanat Nasional (PAN), salah satu partai penyokong pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, mengusulkan penambahan kursi pimpinan MPR dari semula 8 menjadi 10 kursi.
Wakil Sekjen PAN Saleh Pertaonan Daulay mengusulkan agar paket pimpinan MPR ditambah menjadi 10, yang terdiri atas 9 orang mewakili fraksi parpol dan 1 lainnya mewakili DPD.
“Semua fraksi dan kelompok DPD diharapkan terwakili dalam pimpinan itu. Dengan demikian, tidak ada yang perlu diperebutkan dan diributkan. Tinggal menambah jumlah pimpinan saja,” terang Saleh kepada wartawan, Minggu (11/8).
Menurut Saleh, MPR harus dijadikan sebagai lembaga politik kebangsaan bahwa semua fraksi dan kelompok menyatu.
“Di MPR mestinya tidak ada koalisi dan oposisi, tetapi justru yang perlu ditekankan ialah NKRI.”
Setali tiga uang, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mengaku tak masalah dengan usul pimpinan MPR ditambah menjadi 10 orang.
“Ya, menurut saya kalau disepakati bersama why not, tapi tergantung nanti kepada musyawarah itu,” ujar Fadli di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, kemarin.
Setelah mengantongi kesepakatan bersama, Fadli mengingatkan harus dilakukan revisi UU MD3 (MPR, DPR, DPD, dan DPRD) terlebih dahulu.
Pandangan berbeda disampaikan politikus Senior PDI Perjuangan Hendrawan Supratikno. “Enggak. Kita jalankan dulu UU MD3 yang sudah dua kali direvisi lo. Jadi dengan dua kali direvisi UU MD3, masak kita revisi lagi hanya untuk mengakomodasi naluri, libido politik,” kata Hendrawan di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, kemarin.
Sekjen Partai NasDem Johnny G Plate. Menurutnya, hal itu perlu dikaji mendalam terlebih dahulu.
“Undang-undang jangan sampai terlalu pragmatis, setiap kali (diubah), apalagi UU MD3. Hanya untuk kekuasaan di DPR atau MPR atau di DPD kita ubah aja seenaknya tanpa ada kajian. Lalu menggunakan setiap perkembangan dan dinamika politik sebagai alasan, itu sebenarnya hanya untuk merebut kekuasaan,” ujar Johnny di Gedung DPR, kemarin.
Dagang politik
Menurut Direktur Pusat Studi Konstitusi Fakultas Hukum Universitas Andalas Padang, Feri Amsari, tidak ada urgensinya penambahan jumlah pimpinan MPR tersebut. “Ide itu hanya untuk kepentingan dagang politik,” kata Feri, tadi malam.
Padahal, kata dia, tradisi politik harus dibangun. Pemenang pemilu harus menguasai parlemen dan oposisi menyuarakan kritik di parlemen.
“Tidak malah oposisi ikut bagi-bagi kursi pimpinan. Membagi kursi berdasarkan jumlah partai yang ada itu sama saja mengkhianati suara pemilih yang ingin terjadi perbedaan warna politik di parlemen,” jelasnya.
Pembagian itu, lanjutnya, pemubaziran karena MPR merupakan forum pertemuan dua lembaga, yaitu DPR dan DPD.
“MPR bekerja sesuai agenda ketatanegaraan. Mereka tidak bekerja harian seperti DPR dan DPD. Bagi-bagi kursi itu dapat dipastikan karena partai ingin mendapat fasilitas pimpinan lembaga negara dan akses partai ke pusat kekuasaan,” tukasnya.
Senada, peneliti dan pengamat politik Centre for Strategic and International Studies, Arya Fernandes, melihat tidak ada urgensi penambahan pimpinan MPR. “Kerja MPR kan sebenarnya cuma itu, melantik presiden dan wakil presiden, melakukan amendemen,” ujarnya.
Arya pun menilai usulan penambahan pimpinan MPR menjadi 10 orang ialah bentuk bagi-bagi kekuasaan yang berlebihan. (X-4)
Ketua MPR RI Ahmad Muzani menegaskan bahwa Nahdlatul Ulama (NU) merupakan salah satu pilar utama dalam menjaga stabilitas dan kekuatan bangsa.
WAKIL Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengatakan, dibutuhkan kolaborasi yang kuat antara para pemangku kepentingan untuk mengakselerasi upaya penguatan sektor kebudayaan nasional.
KETUA MPR RI Ahmad Muzani bersama Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman meninjau kios pupuk bersubsidi di Kabupaten Jember, Jawa Timur (1/11).
Ketua MPR RI Ahmad Muzani menilai tragedi runtuhnya musala di Pondok Pesantren Al-Khoziny, Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, harus menjadi pelajaran penting agar tidak terulang.
KETUA MPR RI menilai pembacaan teks proklamasi oleh Presiden Prabowo Subianto saat upacara peringatan HUT ke-80 RI sebagai bagian dari tradisi yang baru dan patut diapresiasi.
Berikut isi pidato lengkap Ketua MPR RI Ahmad Muzani dalam sidang tahunan.
KEMAMPUAN story telling atau bercerita sangat dibutuhkan untuk memberi pemahaman yang benar bagi masyarakat terkait langkah pengobatan yang tepat dalam mengatasi kanker.
HAMPIR dipastikan revisi Undang-Undang (UU) Pemilu atau UU Omnibuslaw Politik akan disahkan pada 2026 ini mengingat tahapan Pemilu 2029 harus sudah dimulai menjelang akhir 2026
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan peran keluarga sebagai ruang yang aman bagi perempuan, sebagai bagian penting dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.
WAKIL Ketua MPR RI Lestari Moerdijat, mengatakan peran generasi muda sangat dibutuhkan dalam upaya membangun ekosistem pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan.
Lestari Moerdijat mengatakan pemenuhan hak anak berkebutuhan khusus (ABK) dan disabilitas harus terus digencarkan di berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam hal pendidikan.
WAKIL Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, mengatakan landasan kerja yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan harus menjadi acuan para pemangku kepentingan dalam pembangunan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved