Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
PARTAI Keadilan Sejahtera (PKS) belum mau membahas lebih jauh mengenai sosok pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) pada publik. Saat ini, mereka masih menunggu keputusan lebih lanjut apakah pimpinan MPR akan melalui sistem paket atau aklamasi.
"Itu akan sangat dinamis, pembahasan pasti akan sangat dinamis, tata tertib baru disiapkan drafnya sekarang, nanti akan dibahas lagi. Tentu pada prinsipnya kalau nanti akan ada paket, apakah paket itu akan mengulangi 2014 dengan 2 paket atau 2009 dengan aklamasi," ujar Wakil Ketua Majelis Syuro PKS, Hidayat Nur Wahid, di gedung DPR, Jakarta, Rabu, (24/7).
Hidayat mengatakan PKS nantinya mengikuti aturan dan peta perpolitikan yang berjalan. Baik dalam hal membentuk paket atau pengusulan nama.
"Saya belum bisa katakan sekarang, tapi kita ikut aturannya. Aturannya sampai hari ini belum disepakati secara definitif dan tidak detail," ujar Hidayat.
Sementara itu, Ketua MPR, Zulkifli Hasan, mengatakan pembahasan untuk merevisi tata tertib soal pimpinan MPR tengah dilakukan. Nantinya perubahan akan dilakukan dalam hal jumlah pimpinan MPR.
"Ini penting sekali perubaha tatib, perubahan tatib karena MD3 (MPR, DPR, DPD dan DPRD) itu pimpinan kembali seperti dulu tidak 8 lagi, tapi 5. Maka ada perlu perubahan tatib, mudah-mudahan nanti tanggal 28 Agustus bisa kita ketok palu. Sehingga MPR yang akan datang sudah punya tatib yang baru yang sesuai dengan MD3," ujar Zulkifli.
Ia mengatakan terkait dengan apakah mungkin dilakukan perubahan dengan meniadakan sistem paket dalam pimpinan MPR, Zulkifli masih belum bisa memastikan. Pembahasan lebih lanjut masih perlu dilakukan.
"Itu soal lain lagi, itu soal politik partai-partai, tapi kita siapkan aturannya, kalo itu kan nanti pemainnya tuh. Yang jelas pimpinannya itu ketua 1 dengan 4 wakil," tegasnya. (A-2)
Ketua MPR RI Ahmad Muzani menegaskan bahwa Nahdlatul Ulama (NU) merupakan salah satu pilar utama dalam menjaga stabilitas dan kekuatan bangsa.
WAKIL Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengatakan, dibutuhkan kolaborasi yang kuat antara para pemangku kepentingan untuk mengakselerasi upaya penguatan sektor kebudayaan nasional.
KETUA MPR RI Ahmad Muzani bersama Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman meninjau kios pupuk bersubsidi di Kabupaten Jember, Jawa Timur (1/11).
Ketua MPR RI Ahmad Muzani menilai tragedi runtuhnya musala di Pondok Pesantren Al-Khoziny, Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, harus menjadi pelajaran penting agar tidak terulang.
KETUA MPR RI menilai pembacaan teks proklamasi oleh Presiden Prabowo Subianto saat upacara peringatan HUT ke-80 RI sebagai bagian dari tradisi yang baru dan patut diapresiasi.
Berikut isi pidato lengkap Ketua MPR RI Ahmad Muzani dalam sidang tahunan.
KEMAMPUAN story telling atau bercerita sangat dibutuhkan untuk memberi pemahaman yang benar bagi masyarakat terkait langkah pengobatan yang tepat dalam mengatasi kanker.
HAMPIR dipastikan revisi Undang-Undang (UU) Pemilu atau UU Omnibuslaw Politik akan disahkan pada 2026 ini mengingat tahapan Pemilu 2029 harus sudah dimulai menjelang akhir 2026
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan peran keluarga sebagai ruang yang aman bagi perempuan, sebagai bagian penting dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.
WAKIL Ketua MPR RI Lestari Moerdijat, mengatakan peran generasi muda sangat dibutuhkan dalam upaya membangun ekosistem pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan.
Lestari Moerdijat mengatakan pemenuhan hak anak berkebutuhan khusus (ABK) dan disabilitas harus terus digencarkan di berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam hal pendidikan.
WAKIL Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, mengatakan landasan kerja yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan harus menjadi acuan para pemangku kepentingan dalam pembangunan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved