Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
BIROKRASI memegang peranan penting dalam menjalankan pelbagai kebijakan pemerintah. Birokrasi pun harus didesain secara efektif dan efisien agar tetap optimal dalam menjalankan fungsinya, seperti memfasilitasi beragam kepentingan masyarakat.
Penegasan itu disampaikan Wakil Jaksa Agung Arminsyah di sela-sela acara launching wilayah birokrasi bersih melayani (WBBM) di Kompleks Badan Pendidikan dan Pelatihan Kejaksaan RI, Jakarta, Selasa (23/7).
Ia mengemukakan tingginya tuntutan dan ekspektasi masyarakat untuk mewujudkan birokrasi yang transparan, akuntabel, serta bebas dari praktik penyimpangan dan korupsi, menjadikan reformasi birokrasi sebagai agenda mutlak yang harus dilakukan oleh segenap instansi pemerintah.
Reformasi birokrasi merupakan langkah awal yang niscaya diperlukan untuk melakukan perbaikan, perubahan, penataan dan penyempurnaan sistem penyelenggaraan pemerintah. Dengan demikian diharapkan ke depannya mampu terselenggara secara baik, efektif dan efisien. Langkah tersebut bertujuan agar publik dapat terlayani dengan cepat, tepat dan profesional.
"Sebagai perubahan sistemik dan multidimensi bagi terciptanya perubahan yang tidak saja mencakup struktur dan proses kerja, tetapi juga pola pikir, budaya, dan perilaku, maka yang terpenting dalam pelaksanaan reformasi birokrasi adalah tertanamnya kesadaran akan kewajiban," ujarnya.
Baca juga: Kejaksaan Negeri Pematangsiantar Musnahkan Bukti Tindak Pidana Um
Mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus itu menambahkan upaya menanamkan kesadaran terhadap kewajiban dilakukan agar para jaksa dapat terus menjaga, memastikan dan menyajikan tugas sebagai seorang pelayan, abdi negara yang menjalankan amanahnya.
"Bukan justru sebaliknya, berlaku sebagai tuan yang kerap meminta pelayanan. Sikap dan perilaku sedemikian hendaknya mampu terpatri dan mendarah daging sebagai paradigma yang mengisi pemikiran dan mentalitas kita sekalian, terutama dalam menghadirkan fungsi birokrasi yang mampu mengakomodir tuntutan dan keinginan publik," tuturnya.
Ia mengemukakan pelaksanaan atas komitmen zona integritas menuju wilayah bebas korupsi (WBK) dan WBBM merupakan bagian dari upaya mempercepat terciptanya reformasi birokrasi. Kegiatan itu jangan pula dipandang sebatas seremonial belaka, namun harus dijadikan sebagai ajang yang memiliki makna penting dan strategis.
"Hal itu dilakukan sebagai bagian dari niatan baik, tekad, dan kesungguhan kita bersama untuk mengukuhkan komitmen dan keinginan kuat menghadirkan lembaga kejaksaan sebagai birokrasi yang bersih. Sehingga diharapkan ke depannya dapat berkorelasi secara positif bagi hadirnya penegakan hukum yang berkualitas, dan terutama berkontribusi di tengah pekerjaan penting untuk membangun dan memulihkan kepercayaan publik," pungkasnya.(OL-5)
Gallup 2025 memberi skor 89 (Law and Order Index), peringkat 19 bagi Indonesia dari 144 negara.
Hasil kesepakatan yang mempertahankan posisi Polri di bawah Presiden harus didukung penuh oleh seluruh elemen bangsa.
Ia menyoroti langkah Presiden yang telah membentuk Komisi Percepatan Reformasi Polri sebagai upaya yang seharusnya dihormati oleh parlemen.
Penempatan Polri di bawah kementerian justru berpotensi mengaburkan prinsip supremasi sipil, karena Polri berpotensi menjadi subordinat kepentingan politik sektoral.
KUHAP baru membawa mekanisme kontrol yang lebih ketat.
Seluruh masukan dari elemen masyarakat akan diakomodasi dalam bentuk rekomendasi resmi Komisi III untuk mempercepat pembenahan di tubuh Korps Bhayangkara.
Presiden Prabowo Subianto disebut akan mengambil langkah tegas untuk membersihkan birokrasi dan sektor swasta dari oknum-oknum bermasalah yang dinilai menghambat pertumbuhan ekonomi.
Menurut Fauzan, wacana pembentukan kementerian khusus yang membawahi kepolisian justru berisiko menambah kerumitan birokrasi.
Pengalaman para relawan di lapangan kebencanaan menunjukkan bahwa penanganan bencana banjir Sumatra kali ini kembali memperlihatkan satu masalah mendasar.
Di tengah turbulensi sosial, geopolitik, dan perkembangan teknologi, institusi publik perlu memperbarui pendekatan tata kelola.
Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Zudan Arif Fakrulloh menegaskan reformasi birokrasi harus menghadirkan perubahan nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
PAKAR manajemen dan ekonom senior Prof. Rhenald Kasali menegaskan kepemimpinan yang tegas menjadi faktor krusial dalam menyelesaikan kompleksitas perizinan investasi di Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved