Jumat 05 Juli 2019, 11:00 WIB

Polisi Limpahkan Berkas Kivlan ke Kejati

Ferdian Ananda Majni | Politik dan Hukum
Polisi Limpahkan Berkas Kivlan ke Kejati

ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso
Tersangka kasus dugaan kepemilikan senjata api ilegal Kivlan Zen

 

PROSES pemberkasan kasus dugaan kepemilikan senjata api ilegal yang menjerat mantan Kepala Staf Kostrad Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zen telah rampung. Polda Metro Jaya melimpahkan kasus tersebut ke Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, hari ini.

"Berkas kasus Kivlan Zen akan dikirim besok (Jumat)," ujar Kasubdit Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya AKB Jerry Siagian saat dimintai konfirmasi, kemarin.

Menurut Jerry, penyidik masih menolak penangguhan penahanan terhadap Kivlan Zen. Begitu juga pemeriksaan lanjutan belum diperlukan.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo menyebut penyidik memastikan penangguhan belum dapat dikabulkan lantaran Kivlan Zen tidak bersikap kooperatif selama proses penyidikan kasus kepemilikan senjata api.

"Sampai hari ini belum ada informasi untuk dikabulkan, karena pertimbangan penyidik masih tetap seperti yang pernah saya sampaikan dulu karena yang bersangkutan tidak kooperatif dalam pemeriksaan," kata Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.

Di lain kesempatan, kuasa hukum Kivlan Zen, Djuju Purwantoro, membantah tuduhan polisi yang menyebut bahwa kliennya tidak kooperatif.

"Tidak kooperatifnya dari sisi yang mana? Karena setiap pemeriksaan dan panggilan kita ikuti sesuai aturan hukum," kata Djudju saat dimintai konfirmasi pada Senin (1/7).

Djudju juga meminta pihak polisi untuk membuktikan tindakan kliennya yang tidak kooperatif selama pemeriksaan. Meski begitu, dia menyebut penangguhan penahanan terhadap kliennya itu merupakan kewenangan penyidik Bareskrim Mabes Polri.

Kivlan juga dijerat perkara kasus makar dan hoaks. Namun, penanganan kasus itu menunggu hasil sidang putusan kasus kepemilikan senjata api ilegal.

"Untuk pemberkasan sudah tahap penyelesaian. Untuk satu kasus ya, yang ditangani Polda Metro terkait masalah kepemilikan senjata api. Ya satu kasus dulu," ungkap Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo.

Diketahui, pihak kepolisian telah meringkus enam tersangka selaku eksekutor sekaligus pemilik senjata api ilegal. Mereka ialah HK alias Iwan, AZ, IR, TJ, AD, dan seorang wanita berinisial AF alias Fifi.

Seluruh tersangka terbukti melanggar Pasal 1 UU Darurat Tahun 1951 dengan ancaman pidana seumur hidup. Mereka kedapatan memiliki, menguasai, atau menyimpan senjata api ilegal tanpa hak dan tanpa izin. (Fer/P-2)

Baca Juga

dok.mi

SMRC Sarankan PDIP Usung Capres yang Popoler untuk Kalahkan Anies

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 05 Oktober 2022, 06:10 WIB
PDI Perjuangan perlu mengusung calon yang juga populer. Ganjar Pranowo merupakan opsi yang tepat untuk maju dalam Pilpres 2024, saran...
ilustrasi

Yuk, Cek Hak dan Kewajiban Warga Negara di Pasal 27 UUD 1945

👤Joan Imanuella Hanna Pangemanan 🕔Selasa 04 Oktober 2022, 22:49 WIB
UUD 1945 Pasal 27 Ayat 1, 2, dan 3 berisi tentang hak dan kewajiban dasar yang dimiliki dan harus dilaksanakan setiap masyarakat Indonesia...
Antara

Kejaksaan Terima Enam Boks Barang Bukti Kasus Pembunuhan Brigadir J

👤Tri Subarkah 🕔Selasa 04 Oktober 2022, 22:46 WIB
Barang bukti tersebut sudah diverifikasi pada Selasa (4/10) ini di Kejari Jakarta Selatan. Proses pengecekan untuk mempermudah tim JPU saat...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya