Kamis 27 Juni 2019, 06:28 WIB

Hari Ini, Sofyan Basir akan Diperiksa Terkait Bowo Sidik

Candra Yuri Nuralam | Politik dan Hukum
Hari Ini, Sofyan Basir akan Diperiksa Terkait Bowo Sidik

MI/ROMMY PUJIANTO
Mantan Direktur Utama PLN Sofyan Basir (tengah)

 

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) akan memeriksa mantan Direktur Utama PLN Sofyan Basir. Ia direncanakan diperiksa terkait kasus yang menjerat politikus Partai Golkar Bowo Sidik Pangarso.

"Besok, rencananya akan dilakukan pemeriksaan terhadap Sofyan Basir, mantan direktur utama PLN dalam perkara ini lengkapnya apakah untuk tersangka Indung atau juga untuk tersangka Bowo Sidik Pangarso," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (26/6).

Sofyan bakal ditanya terkait dugaan sumber aliran dana gratifikasi dalam kasus Bowo Sidik. KPK akan mencocokkan dengan hasil pemeriksaan dari Christiany.

Penyidik KPK juga membutuhkan keterangan Sofyan terkait dugaan penyalahgunaan jabatan yang dilakukan Bowo Sidik dan Bupati Minahasa Selatan Christiany Eugenia Paruntu. Christiany juga sudah diperiksa KPK pada Rabu (26/6).

"Kami dalami segera ya hubungan jabatannya persisnya misalnya terkait dengan peraturan gula rafinasi misalnya yang pertama yang kedua posisi atau kegiatan-kegiatan di salah satu BUMN," ujar Febri.

Baca juga: Sofyan Basir Didakwa Muluskan Suap PLTU Riau-1

KPK sendiri mengendus adanya proses pengalokasian dan beberapa kegiatan yang membawa nama Christiany. Sofyan disebut mengetahui hubungan antara Christiany dan Bowo sidik. Untuk itu, keterangannya diperlukan.

Bowo bersama Asty Winasti dan Indung ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait kerja sama pengangkutan pupuk milik PT Pupuk Indonesia Logistik dengan PT HTK. Bowo dan Idung penerima sedangkan Asty pemberi suap.

Bowo diduga meminta fee dari PT HTK atas biaya angkut. Total fee yang diterima Bowo US$2 per metric ton. Diduga telah enam kali menerima fee di sejumlah tempat seperti rumah sakit, hotel dan kantor PT HTK sejumlah Rp221 juta dan US$85.130.

Uang sekitar Rp8 miliar dalam pecahan Rp20 ribu dan Rp50 ribu itu telah dimasukkan dalam amplop-amplop. Uang tersebut diduga bakal digunakan Bowo untuk 'serangan fajar' pada Pemilu 2019.

Politikus Golkar itu kembali mencalonkan diri pada Pemilu 2019 di daerah pemilihan Jawa Tengah II.

Bowo dan Indung selaku penerima suap disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b ayat (1) atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Asty selaku penyuap dijerat Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (Medcom/OL-2)

Baca Juga

Dok MI

Polisi Soal Kesehatan Rizieq: Dia Sehat Kok

👤Ant 🕔Senin 25 Januari 2021, 23:55 WIB
"Kalau ada isu sakit keras, itu bohong. Kondisi MRS sekarang sehat walafiat dan senantiasa mendapat pelayanan yang...
Antara

Komisaris RSU Kasih Bunda Segera Disidang di Pengadilan Tipikor

👤Cahya Mulyana 🕔Senin 25 Januari 2021, 23:35 WIB
Hutama diduga telah memberi suap kepada Ajay sebesar Rp1,661 miliar dalam lima tahap dari total kesepakatan Rp3,2...
AFP

Polisi: Rizieq Shihab Sehat di Bareskrim

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 25 Januari 2021, 23:30 WIB
Sebelumnya, Rizieq pada Kamis 14 Januari 2020 dipindahkan dari Rutan Polda Metro Jaya ke Rutan Bareskrim lantaran jumlah penghuni Rutan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya