Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
PUSAT Kajian Politik (Puskapol) FISIP Universitas Indonesia (UI) mengumumkan analisa mereka tentang tingkat keterpilihan calon anggota legislatif (caleg) perempuan di setiap partai politik pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019. Hasilnya, perolehan kursi caleg perempuan Partai NasDem memecahkan rekor dalam pileg.
Direktur Eksekutif Puskapol UI Aditya Perdana menjelaskan caleg perempuan NasDem yang terpilih pada pileg kali ini mencapai 32,2%. Pencapaian ini dinilai jadi yang terbaik dalam Pileg 2019.
"NasDem adalah partai politik pertama yang berhasil menembus angka 30% sejak pertama kali kebijakan ini diterapkan," kata Aditya dalam diskusi di Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (26/5).
Aditya menjelaskan, caleg perempuan NasDem pada pileg 2019 sebanyak 38,26% dari total caleg partai tersebut. Angka ini sudah mewakili persentase minimal pencalonan caleg perempuan yang sebanyak 30%.
"Sejak aturan (caleg perempuan) diterapkan, belum ada yang bisa menembus angka 30% dari sisi tingkat keterpilihan caleg perempuannya. Baru NasDem," ucap dia.
Baca juga: Irma Pastikan NasDem Tunjuk Kader Perempuan Pimpin MPR
Pada Pileg 2014, caleg perempuan terpilih dari NasDem hanya sebanyak 11,4%. Padahal, kala itu, kandidat caleg perempuan NasDem sebanyak 40,4%.
Pencapaian positif caleg perempuan terpilih juga dialami PKS. Partai yang dipimpin Sohibul Iman itu mengalami penaikan signifikan caleg perempuan terpilih.
Pada pileg 2014, hanya 2% caleg perempuan PKS yang terpilih, namun kali ini sebanyak 16%.
"Artinya ada peningkatan setara delapan kali lipat angka caleg perempuan terpilih dari PKS," tutur dia.
Secara keseluruhan, lanjut Aditya, caleg perempuan pada pileg 2019 cukup membanggakan. Capaian caleg perempuan terpilih secara keseluruhan menyentuh angka 20,5%. Angka ini paling tinggi sejak pemilu 2004.
Sejak Pemilu 2004 kenaikan caleg perempuan terpilih secara perlahan terjadi di beberapa partai, yakni PDI Perjuangan, NasDem, dan PPP. Beberapa partai mengalami fluktuasi, seperti Gerindra, Golkar, PKS, dan PKB.
"Sementara, hanya ada satu partai yang terus mengalami penurunan caleg perempuan terpilih, yakni Partai Demokrat," jelas Aditya. (Medcom/OL-2)
KPK menetapkan Hasto Kristiyanto sebagai tersangka suap terkait buronan Harun Masiku. Hasto disebut aktif mengupayakan Harun memenangkan kursi anggota DPR pada Pemilu 2019.
Bagi Mahfud, batalnya memakai kemeja putih tersebut lima tahun lalu menyimpan pesan tersendiri.
KPID Sulawesi Selatan mengaku belum bisa menindak caleg dan parpol yang mulai mencuri start pada Pemilu 2024.
PENDUKUNG Joko Widodo pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 kini berbalik mendukung calon presiden (capres) Prabowo Subianto jelang Pilpres 2024.
Beberapa upaya dari KPU untuk mencegah terjadinya kembali korban jiwa dari petugas KPPS.
"Mas Ganjar kan enggak nyapres, enggak nyapres beliau," kata Immanuel di Jakarta, Minggu.
WAKIL Ketua Umum Partai NasDem, Saan Mustopa menilai munculnya wacana dukungan terhadap Presiden Prabowo Subianto untuk kembali maju pada Pilpres 2029 hal yang wajar.
PARTAI NasDem menanggapi santai langkah PAN yang mendukung Presiden Prabowo Subianto dan Zulkifli Hasan sebagai bakal calon wakil presiden (cawapres) pada Pilpres 2029 mendatang.
Pengurus DPC yang dilantik merupakan representasi dari desa dan kelurahan di kecamatan.
ANGGOTA DPR RI Fraksi Partai NasDem Willy Aditya, menegaskan bahwa literasi dan kemampuan berpikir kritis merupakan fondasi utama dalam membangun ekosistem demokrasi yang sehat.
ANGGOTA Komisi VI DPR dari Fraksi Partai NasDem Asep Wahyuwijaya menilai, peringatan keras Presiden Prabowo atas kondisi tata kelola dan usaha BUMN ke belakang sebagai refleksi kegusaran.
MENJELANG Ramadan, kegelisahan sering muncul tanpa sebab yang jelas. Ada rindu yang tertahan, ada takut yang samar, dan ada rasa bersalah yang lama bersembunyi di dasar hati.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved