Headline
Gara-gara Yaqut, Noel ikut ajukan jadi tahanan rumah.
Gara-gara Yaqut, Noel ikut ajukan jadi tahanan rumah.
Kumpulan Berita DPR RI
APARAT keamanan menyebut kericuhan yang timbul saat aksi di depan Gedung Bawaslu RI Jakarta ditunggangi oleh dua kelompok berbeda. Mereka ialah kelompok yang terafiliasi dengan Islamic State (IS) dan kelompok pemilik senjata api.
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Mohammad Iqbal mengatakan ada dua segmen ketika aksi massa 21-22 Mei berlangsung. Pertama, massa spontanitas yang tujuannya menyampaikan aspirasi di ruang publik terkait rekapitulasi suara nasional oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Baca juga: Polisi masih Dalami Kasus Ambulans Gerindra Berisi Batu
Segmen kedua ialah kelompok Gerakan Reformis Islam (Garis) yang terafiliasi IS dan kelompok pemilik senjata api. "Jadi mereka ini adalah perusuh. Itu beda dengan kelompok aksi damai," ujar Kepala Divisi Humas Polri Irjen Mohammad Iqbal di Jakarta, Kamis (23/5).
Menurut dia, munculnya kelompok pemilik senjata api berdasarkan pengakuan sekelompok orang yang sudah ditangkap. Tujuan mereka ialah menembak massa hingga jatuh korban agar kemudian disebut martir. Isu itu rencananya dimanipulasi seolah-olah pihak keamanan bersalah dan akhirnya masyarakat emosi.
Dalam kasus tersebut, petugas menangkap 6 tersangka berikut barang bukti, yaitu senjata api laras panjang atau senapan serbu M-4 dengan peredam, serta revolver dan pistol glock. Sementara itu, dari kelompok Garis ditangkap 2 orang yang mengaku hendak berjihad saat massa menggelar aksi damai. (Gol/A-5)
WAKIL Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni mendesak aparat kepolisian untuk mempercepat respons terhadap laporan masyarakat guna mencegah meluasnya aksi main hakim sendiri.
Boni mengapresiasi langkah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang membentuk posko pengaduan khusus bagi masyarakat yang memiliki informasi terkait kasus ini.
Korban berhak mendapatkan perlindungan hukum dan perawatan medis terbaik dari negara.
Kesadaran hukum yang tinggi di tengah masyarakat secara otomatis akan memperkuat kredibilitas Polri dalam menjalankan fungsinya.
KOMISI Kepolisian Nasional (Kompolnas) mengecam keras aksi penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Kontras, Andrie Yunus, di kawasan Salemba, Jakarta Pusat, Jumat (13/3/2026)
MABES Polri bersama Jurnalis Trunojoyo menyalurkan santunan kepada 100 anak yatim piatu dan kaum dhuafa di Masjid Al Ikhlas, Joglo, Jakarta Barat, Rabu (11/3).
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu mengklaim sejak turunnya rezim Presiden Soeharto hingga saat ini pelanggaran HAM tidak pernah terjadi kembali.
Hal itu bukan tanpa alasan ketika Idham Aziz masih menjabat sebagai Kabareskrim, dirinya mengetahui setiap perkembangan kerusuhan 22 Mei.
Hal tersebut bukan tanpa alasan, ketika Idham Aziz masih menjabat sebagai Kabareskrim, dirinya mengetahui setiap perkembangan kerusuhan 22 Mei.
Berdasarkan temuan yang dilakukan Tim Pencari Fakta (TPF), Komnas HAM menyebut penembakan dalam demo ricuh itu bukan dilakukan kepolisian.
Dari 10 orang yang tewas itu, sembilan di antaranya berada di Jakarta dan seorang lainnya di Pontianak, Kalimantan Barat.
Pihak kepolisian menolak hasil rapid assesment oleh Ombudsman RI atas penanganan aksi unjuk rasa dan kerusuhan 21-23 Mei.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved