Rabu 22 Mei 2019, 06:10 WIB

100% untuk Rakyat

Rudy Polycarpus | Politik dan Hukum
100% untuk Rakyat

MI/RAMDANI
Capres petahana Joko Widodo dengan didampingi cawapres Ma’ruf Amin menyampaikan pidato kemenangan di Kampung Deret, Tanah Tinggi, Johar Baru

 

TENGAH hari bolong, pukul 12.30 WIB, kemarin, warga Kampung Deret di Tanah Tinggi, Johor Baru, Jakarta Pusat, dikejutkan dengan kedatangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Kedatangan keduanya untuk menyampaikan pidato kemenangan setelah Komisi Pemilihan Umum (KPU)mengumumkan hasil rekapitulasi lengkap pada Senin (21/5) dini hari dan menetapkan pasangan tersebut sebagai pemenang Pilpres 2019.

Meski panas terik serta suara bising lalu lalang dan klakson kereta commuter line di kawasan permukiman padat itu kerap terdengar, keduanya tetap semringah. Warga pun antusias menyambut kedatangan mereka.

Jokowi yang juga mantan Gubernur DKI Jakarta sekalian ingin menengok kampung deret tersebut, yang dibangun saat dirinya menjadi gubernur.

Berikut pidato kemenangan pasangan nomor urut 01 yang dibacakan Jokowi:

21 Mei  2019
Bismillaahirrahmaanirrahiim
Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh
Salam Sejahtera
Om swastiastu
Namo budaya
Salam kebajikan

Kita bangsa Indonesia, patut berbangga, patut berbahagia, patut bersyukur bahwa kita telah terbukti menjadi bangsa yang dewasa. Dewasa dalam berdemokrasi, dewasa dalam berbangsa dan bernegara, dewasa dalam berideologi Pancasila

Kita bersyukur dan berbangga, bahwa di tengah keberagaman, kita telah dewasa dalam menjaga perdamaian. Dewasa dalam mengelola perbedaan dan dewasa dalam menjaga dan memperkokoh persatuan. Bukti nyatanya adalah, kedewasaan kita dalam berdemokrasi, kemampuan kita untuk menyelesaikan pemilu yang jujur dan adil,  serta pemilu yang penuh perdamaian dan kegembiraan

Pemilu demi pemilu telah kita lalui dengan penuh kedewasaan. Pemilu yang sekarang ini, saya yakin akan bisa kita lalui secara damai dan sesuai amanat konstitusi kita

Alhamdulillah, puji syukur kepada Allah SWT, rekapitulasi nasional Pemilu Serentak 2019 pada dini hari tadi, rakyat Indonesia telah menentukan pilihannya dalam pileg dan pilpres. Inilah makna hakiki dari rakyat yang berdaulat

Saya dan Kiai Ma'ruf Amin mengucapkan terima kasih kepada seluruh rakyat Indonesia di mana pun berada atas kepercayaan yang diberikan kepada kami.

Kepercayaan dan amanah rakyat kepada kami tersebut akan kami wujudkan dalam program-program pembangunan yang adil dan merata, untuk seluruh golongan dan lapisan masyarakat di seluruh pelosok Indonesia.

Setelah dilantik di bulan Oktober nanti, kami adalah presiden dan wakil presiden seluruh rakyat Indonesia. Kami adalah pemimpin dan pengayom dari 100% rakyat Indonesia. Kami akan berjuang keras demi terwujudnya keadilan sosial, bagi seluruh rakyat, bagi 100% rakyat Indonesia

Marilah kita bersatu padu membangun bangsa dan Tanah Air tercinta demi kedamaian dan kesejahteraan generasi kita, serta generasi anak cucu kita di masa depan.

Terakhir, saya mengapresiasi setinggi-tingginya atas kinerja penyelenggara dan pengawas pemilu. Kepada tokoh masyarakat dan juga peserta pemilu, kepada aparat keamanan, serta semua pihak termasuk para saksi yang telah siang malam bekerja dengan tulus demi pemilu yang jujur dan adil.

Terima kasih,
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
(X-4)

Baca Juga

Medcom/Kautsar Widya Prabowo

Partai Berkarya Targetkan 30 Kursi DPR di Pemilu 2024

👤Kautsar Widya Prabowo 🕔Jumat 12 Agustus 2022, 12:21 WIB
Partai Berkarya menjadi partai politik (parpol) ke-24 yang mendaftarkan diri ke Gedung KPU Republik Indonesia...
ANTARA/M Risyal Hidayat

Kuasa Dicabut Sepihak, Kuasa Hukum Bharada E Bakal Minta Rp15 Triliun ke Negara

👤Siti Yona Hukmana 🕔Jumat 12 Agustus 2022, 12:14 WIB
"Saya akan minta jasa saya sebagai pengacara yang ditunjuk negara, saya minta Rp15 triliun. Supaya saya bisa...
ANTARA/M Risyal Hidayat

Kuasa Hukum Bantah Kabar Bharada E Cabut Kuasa Pendampingan Hukum

👤Rahmatul Fajri 🕔Jumat 12 Agustus 2022, 12:08 WIB
Sebelumnya, beredar surat yang menyebutkan Bharada E mencabut kuasanya. Kuasa tersebut diberikan terhadap Deolipa Yumara dan M Boerhanuddin...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya