Selasa 14 Mei 2019, 20:05 WIB

Polisi Tegaskan Upaya Penindakan Kasus Makar secara Objektif

Ferdian Ananda Majni | Politik dan Hukum
Polisi Tegaskan Upaya Penindakan Kasus Makar secara Objektif

ANTARA
Karopenmas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo

 

KEPALA Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo menegaskan, dalam proses penindakan kasus makar yang menjerat sejumlah tokoh politik dipastikan dilakukan secara objektif. Bahkan dia membantah terdapat unsur tebang pilih dalam penindakan tersebut.

"Sama, semuanya harus berjalan dan memiliki kedudukan yang sama (hukum)," kata Dedi, di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa, (14/5).

Penyidik telah melakukan penindakan sesuai fakta. Dedi menegaskan langkah Polri dalam memproses hukum tokoh-tokoh yang diduga melakukan makar berdasarkan alat bukti.

"Sekali lagi Polri selalu melakukan penegakan berdasarkan fakta hukum," terangnya.

Dia menambahkan setiap warga negara Indonesia harus menghargai hukum atau konstitusi. Dia menyarankan apabila ada pihak yang merasa dirugikan seharusnya menempuh mekanisme praperadilan.


Baca juga: Terus Mangkir, Polisi Ancam Jemput Paksa Bachtiar Nasir


"Sebagai warga negara Indonesia yang baik, harus menghargai bahwa ini adalah negara hukum, dengan segala bentuk, macam. Konstitusi harus dihargai," tuturnya.

Selanjutnya, melalui proses sidang praperadilan, tindakan penyidik dapat diuji profesional dan sesuai aturan hukum atau tidak.

"Penyidik itu tetap melakukan pekerjaannya dengan standar yang cukup tinggi, profesionalitas itu harga yang utama. Dibuka di situ (sidang praperadilan), apakah langkah-langkah penyidik sudah betul apa tidak, jadi ya silakan," pungkasnya.

Diberitakan, politikus Partai Gerindra Permadi dan aktivis Lieus Sungkharisma rencananya diperiksa terkait kasus dugaan makar. Keduanya diperiksa sebagai saksi di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan hari ini, Selasa, (14/5).

Sedangkan mantan Kepala Staf Kostrad (Kas Kostrad) ABRI Kivlan Zen telah diperiksa selama 5 jam dengan 26 pertanyaan dimintai keterangan terkait kasus dugaan penyebaran berita bohong dan makar, Senin (13/5). (OL-1)

Baca Juga

ANTARA

Pemantau Berhak Gugat ke MK Wakili Kotak Kosong

👤Indriyani Astuti 🕔Rabu 02 Desember 2020, 21:00 WIB
Terdapat 25 daerah dengan satu pasangan calon pada Pilkada...
ANTARA/Hafidz Mubarak A

Anak Buah Menantu Nurhadi Ungkap Aliran Rp15,1 Miliar

👤Tri Subarkah 🕔Rabu 02 Desember 2020, 20:21 WIB
Hiendra diketahui merupakan Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (MIT). Dalam perkara ini, ia diduga menjadi pihak yang melakukan suap...
Antara

Kejagung Periksa Pejabat JICT dan Pelindo II di Kasus Pelabuhan

👤Tri Subarkah 🕔Rabu 02 Desember 2020, 20:20 WIB
Sebelumnya, Hari sempat menjelaskan bahwa dugaan korupsi tersebut terkait dengan pengelolaan pelabuhan di Jakarta International Container...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya