Rabu 08 Mei 2019, 11:33 WIB

Polisi Agendakan Pemeriksaan Bachtiar Nasir Hari ini

Rifaldi Putra Irianto | Politik dan Hukum
Polisi Agendakan Pemeriksaan Bachtiar Nasir Hari ini

MI/Adam Dwi
Polisi mengagendakan pemeriksaan mantan Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia, Bachtiar Nasir di Bareskrim, hari ini

 

POLISI mengagendakan pemeriksaan mantan Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI), Bachtiar Nasir di Bareskrim Polri, Jakarta, hari ini Rabu (8/5). Bachtiar diagendakan diperiksa sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana pencucian uang dengan tindak pidana asal pengalihan aset Yayasan Keadilan Untuk Semua.

Saat dimintai konfirmasi, Wakil Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Wadir Tipideksus) Bareskrim Polri Kombes Daniel Tahi Monang Silitonga membenarkan hal tersebut.

"Ya betul," ungkap Daniel, saat di konfirmasi, Jakarta, Rabu, (8/5).

Pemeriksaan Bachtiar tersebut tertera dalam surat pemanggilan pemeriksaan nomor S. Pgl/1212/V/RES.2.3/2019/Dit Tipideksus, yang ditandatangani oleh Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri, Brigjen Pol Rudy Heriyanto.

Dalam surat tersebut disebutkan Bachtiar Nasir disangka melanggar Pasal 70 juncto Pasal 5 ayat (1) UU Nomor 16/2001 tentang Yayasan sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 28/2004 atau Pasal 374 KUHP juncto Pasal 372 KUHP atau Pasal 378 KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP atau Pasal 56 KUHP atau Pasal 49 ayat (2) huruf b UU Nomor 10/1998 tentang Perbankan atau Pasal 63 ayat (2) UU Nomor 21/2008 tentang Perbankan Syariah dan Pasal 3 dan Pasal 5 dan Pasal 6 UU Nomor 8/2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan TPPU.

Sebelumnya, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, pihaknya telah mengirimkan surat panggilan terhadap Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) Bachtiar Nasir, guna menjalani pemeriksaan dan klarifikasi

"Surat panggilan itu betul terkait menyangkut masalah penyalahgunaan dana yayasan. Tentunya akan didalami dari penyidik yang menangani kasus tersebut," kata Dedi.

Adapun, polisi menduga adanya pencucian uang dalam penggunaan aliran dana di rekening yayasan tersebut.

baca juga: Wapres Jamin tidak Ada Kriminalisasi

Pasalnya, Bachtiar diketahui mengelola dana sumbangan masyarakat sekitar Rp3 miliar di rekening Yayasan Keadilan Untuk Semua (YKUS). Dana itu diklaim Bachtiar digunakan untuk mendanai Aksi 411 dan Aksi 212 pada  2017 serta untuk membantu korban bencana gempa di Pidie Jaya, Aceh dan bencana banjir di Bima dan Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.

Baca Juga

ANTARA/M Risyal Hidayat

TNI bakal Proses Hukum Oknum Prajurit yang Tendang Suporter

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Senin 03 Oktober 2022, 16:06 WIB
Menurut Panglima, tindakan oknum TNI yang melakukan tendangan kungfu ke bagian punggung salah satu suporter di dalam lapangan sudah sangat...
ANTARA/M Risyal Hidayat

Menkopolhukam: Pemerintah Bentuk TGIPF Usut Tragedi Kanjuruhan

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Senin 03 Oktober 2022, 15:57 WIB
Tim ini dipimpin langsung dirinya dan melibatkan unsur pejabat atau perwakilan kementerian terkait, organisasi profesi olahraga sepak bola,...
Ist/DPR

DPR: Survei dan Hitung Cepat saat Pemilu Perlu Ditertibkan

👤mediaindonesia.comm 🕔Senin 03 Oktober 2022, 14:28 WIB
Jajak pendapat memang merupakan sebuah keniscayaan, namun sayangnya terkesan survei ini menjadi persoalan di tengah-tengah kehidupan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya