Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Nilai-Nilai Pancasila Mampu Tangkal Hoaks

Thomas Harming Suwarta
04/5/2019 09:30
Nilai-Nilai Pancasila Mampu Tangkal Hoaks
Wakil Ketua Umum PRD Alif Kamal(Dok. Pribadi)

WAKIL Ketua Umum Komite Pimpinan Pusat Partai Rakyat Demokratik (KPP PRD) Alif Kamal yakin nilai luhur dari Pancasila yang digali Soekarno yang kemudian dalam Pembukaan UUD 1945 menjadi dasar negara mampu menangkal  berbagai hoaks (kabar bohong) yang berpotensi memecah belah bangsa Indonesia, terutama selama pelaksanaan Pemilu 2019 ini.

Hal itu diungkapkan Alif di sela-sela kegiatan Pendidikan politik Pemuda dan Mahasiswa yang di­selenggarakan KPP-PRD, di Jakarta, kemarin.

Menurut Alif, perjuangan politik janganlah dianggap sebagai suatu hal yang negatif atau dianggap sebagai suatu hal yang mengancam, selama masih dalam koridor Pancasila.

“Problem politik sering kali justru berasal dari elite politik yang meng­artikulasikan politik hanya sebatas kekuasaan. Maka, demi kekuasaan tersebut, cara apa pun dianggap sah termasuk cara-cara yang sebetulnya membahayakan keselamatan bangsa, seperti politik golonganisme, politik hantam kromo, dan politik pecah belah,” imbuhnya.

Alif mengatakan, semestinya politik ditempatkan sebagai jalan untuk mengelola kekuasaan agar kekuasaan tersebut mengabdi kepada kepentingan bangsa, yaitu mewujudkan masyarakat yang adil makmur, bukan untuk melindungi kepentingan sekelompok orang, seperti yang sudah ditegaskan Bung Karno pada Pidato 1 Juni 1945, yang kemudian dirumuskan dalam Pembukaan UUD 1945.

“Selama politik digunakan untuk memperjuangkan kepentingan bangsa, kepentingan umum, maka hoaks dan sebagainya, akan tereliminasi dengan sendirinya.”

Di sisi lain, saat acara Munggah Akbar se-Tangerang Utara, di Ponpes Salafiyah Harokatul Yamanie, Tangerang, Rabu (1/5), Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengajak masyarakat menjaga kestabilan negeri.

Caranya dengan menjaga kerukunan­, persatuan, dan kesatuan umat, serta tidak mudah terprovokasi  kelompok yang berusaha merusak negara.

“Mari kita semua merajut kembali hubungan kebangsaan, tanpa ada lagi pendukung 01 dan pendukung 02. Kita jangan mudah terprovokasi kelompok tertentu yang berupaya mengganggu.”

Dalam acara yang dihadiri ribuan orang itu, Ryamizard juga meminta semua pihak ikut berperan aktif menjaga ideologi Pancasila dan jangan­ ada lagi bahasa people power serta bahasa revolusi.

“Pemilu 2019 telah berjalan aman dan lancar, jangan sampai ada seke­lompok orang yang mengganggu hasil pemilu yang konstitusional,” tegasnya.

Menurutnya, dengan keragaman suku dan agama, Indonesia menjadi kekuatan menakutkan bagi seluruh dunia, tetapi juga maha penghancur kalau diadu-adu. Perekatnya, yakni Pancasila. (Ths/Ant/P-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Riky Wismiron
Berita Lainnya