Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

BPN Laporkan Dana Akhir Kampanye Rp213,2 Miliar

Putri Rosmalia Octaviyani
02/5/2019 18:25
BPN Laporkan Dana Akhir Kampanye Rp213,2 Miliar
Bendahara BPN, Thomas Djiwandono.( ANTARA FOTO/Reno Esnir/wsj.)

BADAN Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga menyerahkan Laporan Penerimaan dan Pengeluaran Dana Kampanye (LPPDK) ke Komisi Pemilihan Umum sebesar Rp213,2 miliar.

Dari total tersebut, sebesar Rp192,5 miliar di antaranya merupakan sumbangan dari paslon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno.

"Penerimaan selama kampanye berlangsung Rp213,2 miliar. Pengeluaran Rp211,5 miliar. Dari segi penerimaan yang paling besar pasangan calon dalam hal ini Rp192,5 miliar, selebihnya sumbangan perseorangan," ujar Bendahara BPN, Thomas Djiwandono, di Posko LPPDK, Jakarta, Jakarta, Kamis (2/5).


Baca juga: Hitung Cepat LSI: Jokowi-Ma'ruf Unggul di 21 Provinsi


Dari jumlah Rp192,5 miliar yang disumbangkan Prabowo dan Sandiaga, Sandiaga menyumbang lebih besar, yakni sekitar 55% dari jumlah tersebut. Sisanya merupakan dana dari kantong Prabowo.

Selain dari paslon, BPN juga mendapatkan sumbangan dari masyarakat sebanyak Rp9,3 miliar, kelompok Rp1,1 miliar dan dari parpol pengusung sebanyak Rp4,8 miliar.

Thomas mengatakan total pengeluaran BPN sebesar Rp211,5 miliar. Sisa dana kampanye akan digunakan BPN untuk operasional hingga penetapan hasil Pemilihan Umum 2019, pada 22 Mei 2019.

"Dari pengeluaran, yang paling besar adalah untuk bahan kampanye sebanyak Rp60,8 miliar. Setelah itu pertemuan tatap muka Rp21 miliar. Desain alat peraga Rp8,8 miliar, rapat umum Rp 33,7miliar," tutur Thomas. (OL-1)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya