Kamis 02 Mei 2019, 16:40 WIB

Hitung Cepat LSI: Jokowi-Ma'ruf Unggul di 21 Provinsi

Rahmatul Fajri | Politik dan Hukum
Hitung Cepat LSI: Jokowi-Ma

antara
Peneliti LSI Denny JA, Ardian Sopa

 

LINGKARAN Survei Indonesia (LSI) Denny JA merilis temuan hasil hitung cepat pada Pilpres 2019. Berdasarkan data yang masuk sebanyak 100%, LSI menyimpulkan Jokowi-Ma'ruf Amin unggul di 21 provinsi. Sedangkan, Prabowo Subianto-Sandiga Uno unggul di 13 provinsi.

Peneliti LSI Denny JA Ardian Sopa merinci Jokowi-Ma'ruf Amin unggul di Bali, DIY, DKI, Gorontalo, Jawa tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kepulauan Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Lampung, Maluku, Nusa Tenggara Timur, Papua, Papua Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara dan Sumatra Utara.

Sementara itu, Prabowo-Sandi unggul di Aceh, Banten, Bengkulu, Jambi, Jawa Barat, Kalimantan Selatan, Maluku Utara, NTB, Riau, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sumatra Barat dan Sumatra Selatan.

Ardian mengatakan, dalam temuannya kali ini, ada pergeseran suara di beberapa wilayah dibandingkan pada Pilpres 2014.

"Ada empat provinsi pada pilpres 2014 dimenangi oleh Jokowi kini dimenangi oleh Prabowo-Sandi, yakni Bengkulu, Jambi, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara," kata Ardian saat konferensi pers di Gedung LSI Denny JA, Jakarta Timur, Kamis (2/5).

Baca juga: Quick Count LSI Denny JA 100%, Jokowi Menang 2 Digit atas Prabowo

Sementara itu, terdapat satu provinsi yang dulu dimenangkan Prabowo, kini dimenangkan Jokowi-Ma'ruf Amin, yakni provinsi Gorontalo. Sedangkan di wilayah lain, lanjut Ardian, cenderung tidak terjadi perubahan yang signifikan.

Ardian mengatakan kedua kubu mencoba menggeser atau mengambil alih dukungan di beberapa wilayah. Misalnya, Prabowo-Sandi mencoba memecah suara Jokowi-Ma'ruf Amin di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Namun, hasilnya, Jokowi masih unggul telak.

Sedangkan, di wilayah Gorontalo yang sebelumnya dimenangkan oleh Prabowo-Sandi, mungkin dicoba digarap oleh Jokowi-Ma’ruf Amin. Hasilnya, terlihat adanya pergeseran dukungan.

"Tentu kedua kubu ingin mengubah peta kekuatan, tapi saya kira di Gorontalo mungkin Jokowi-Ma'ruf Amin tidak terlalu banyak gembar gembor ya atau informasi soal ingin masuk ke basis lawan," imbuhnya.

Meski demikian, ia mengatakan kedua kubu tentu telah memiliki hitungan masing-masing dalam mencoba menggarap dukungan di beberapa wilayah. Kedua kubu disebut memiliki wilayah prioritas dan wilayah yang dianggap tidak menguntungkan secara elektoral.

"Dua kandidat tentunya ingin menang, tapi liat prioritas, dengan kalah di satu daerah tapi kemudian menargetkan mampu menang besar di daerah lain. Akhirnya tetap menang. Jadi, ini lebih ke targeting," tuturnya.

Berdasarkan temuan ini, Ardian menyebut masih bisa terjadi pergeseran suara. Ia mengatakan dalam quick count kali ini margin errornya hingga 1%. Maka dari itu, ia meminta semua pihak menunggu hasil resmi KPU.

"Kita lihat margin of errornya, karena bedasarkan stastik bisa naik dan turun, pemenangnya sendiri bisa tertukar. Nanti kita sama-sama cocokan hasil dari KPU," pungkasnya.

Seperti diketahui, quick count ini menggunakan metode multistage random sampling dengan jumlah sampel 2000 TPS. Sampel TPS dipilih secara proporsional berdasarkan provinsi di Indonesia.(OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More