Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
ASISTEN pribadi (aspri) Menpora Imam Nahrawi, Miftahul Ulum, disebut kerap meminta jatah dana hibah yang diberikan ke Komite Olahraga Nasional (KONI). Menurut Staf Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Eko Triyanta, dirinya kerap mendengar keluhan Sekretaris Jenderal KONI Ending Fuad
Hamidy mengenai dana hibah tersebut. “Pak Sekjen mengeluh, dipotong kok gede banget,” katanya saat bersaksi untuk terdakwa Hamidy di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta Pusat, kemarin.
Awalnya jaksa penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi (JPU KPK) mengonfirmasi apakah Eko mengetahui adanya fee terkait dengan dana hibah untuk KONI yang disetujui Kemenpora. Menurut Eko,
Hamidy mengeluh lantaran Miftahul Ulum kerap menemuinya untuk meminta jatah. Namun, Eko tidak mengetahui apakah permintaan jatah itu diperuntukkan hanya untuk Ulum. “Si Ulum yang minta lagi, segini, segini,” ujar Eko.
Pada sidang tersebut, Miftahul Ulum disebut pernah mengancam Deputi IV Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Mulyana agar diganti dari jabatannya. “Pernah ada kalimat dari Ulum, kalau tidak bisa ini diganti saja,” kata Mulyana.
Mulyana menjelaskan, Ulum kerap menelepon untuk segera memproses proposal masuk ke Kemenpora. Proposal yang dimaksud ialah proposal hibah KONI yang diajukan sudah mepet menjelang akhir tahun.
“Misalnya Ulum mengatakan proposal sudah masuk tolong segera diproses, tolong segera dibantu seperti itu. Itu bagi saya harus sesuai prosedur,” ungkapnya.
Mulyana dalam berita acara pemeriksaan (BAP) mengaku pernah dimintai Ulum uang Rp2 miliar. Uang tersebut untuk kegiatan umrah menteri dan sejumlah pejabat Kemenpora. Namun, keterangan itu diralat Mulyana.
Menurutnya, uang tersebut bukan untuk keperluan umrah, melainkan untuk bantuan pekan olahraga taruna nasional polisi di Semarang.
Mulyana mengaku segan dengan Ulum karena hubungan dekatnya dengan Imam Nahrawi. Mulyana mengaku terpengaruh dengan posisi Ulum sebagai staf menteri.
Dalam perkara ini, Hamidy beserta Bendahara Umum KONI Johny E Awuy didakwa menyuap pejabat Kemenpora.
Suap itu untuk mempercepat proses persetujuan dan pencairan bantuan dana hibah yang diajukan KONI Pusat kepada Kemenpora untuk tahun kegiatan 2018. Nilai proposal disetujui Kemenpora masing-masing berjumlah Rp30 miliar dan Rp17,971 miliar.
Meminta mobil
Pada kesempatan itu, Eko Triyatna juga mengungkapkan, pejabat pembuat komitmen (PPK) Kemenpora Adhi Purnomo disebut sempat meminta mobil dari Ending Fuad.
Dalam hal ini jaksa sekaligus mengonfirmasi dalam dakwaan Hamidy yang menyebutkan, Eko melaporkan kepada Adhi bahwa ada uang ‘tanda terima kasih’ dari Ending.
“Pak Adhi pada September 2018 mengatakan: Minta bantuan lah, kalau saya bisalah dibelikan mobil Yaris yang kecil karena perjalanan saya dari rumah ke kantor agak jauh,” kata Eko.
Eko mengatakan, seiring waktu berjalan Adhi justru mengurungkan niatnya untuk meminta mobil. Adhi disebut beralih meminta uang mencicil pembayaran rumahnya. “Itu sekitar November 2018 daripada mobil, buat nyicil rumah,” ujar Eko. (Medcom/Ant/P-3)
Baru-baru ini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap delapan orang dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan di Direktorat Jenderal Pajak Kantor Wilayah Jakarta Utara.
Tim penyidik lembaga antirasuah juga memanggil dua pejabat aktif dari Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi.
Pemilihan kepala daerah (Pilkada) melalui DPRD bukanlah solusi untuk menekan ongkos politik. Menurutnya, mekanisme tersebut justru berpotensi memperparah praktik suap.
Asep mengatakan, uang itu diterima Ade Kuswara sepanjang 2025. KPK menyebut dana itu diberikan sejumlah pihak yang belum bisa dirinci nama-namanya.
KPK membeberkan pola penyalahgunaan kedekatan keluarga dalam perkara dugaan suap ijon proyek di Kabupaten Bekasi.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengklaim Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) kini semakin sulit disusupi praktik suap.
Tata kelola organisasi yang profesional dan pemenuhan standar global menjadi harga mati yang tidak bisa ditawar jika ingin melangkah lebih jauh di level internasional.
Martina Ayu Pratiwi dan Muhammad Zidane sama sama mengoleksi dua emas pada hari pertama.
Saat ini, pengurus sepak takraw sudah ditetapkan, yaitu Pengurus Besar Persatuan Sepak Takraw Seluruh Indonesia (PB PSTI) periode 2025-2029 yang dipimpin Ketua Umum Surianto.
KOMITE Olimpiade Indonesia (KOI) dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) mengakui telah menyepakati secara bersamaan soal target SEA Games 2025.
Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir meminta masukan dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat terkait program deregulasi aturan di Kementerian Pemuda dan Olahraga.
ISFEX 2025 digelar di ICE BSD 6-9 November, menghadirkan 100 exhibitor dan turnamen olahraga internasional untuk dukung ekosistem olahraga nasional.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved