Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
HASIL survei lembaga Digitroops Indonesia menyebutkan isu hoaks yang beredar, khususnya di media sosial dan dialamatkan kepada
calon presiden tertentu terbukti menurunkan elektabilitas capres, terutama di pemilih yang aktif di medsos.
Peneliti Digitroops Indonesia, Yusep Munawar Sofyan, di Jakarta, Kamis (11/4), mengatakan, survei itu melibatkan 1.200 responden dari seluruh provinsi di Indonesia pada Maret 2019 dengan margin of error kurang lebih 2,8%.
Dari total populasi, sebanyak 44,5% atau 534 responden merupakan pengguna media sosial. Sebanyak 61,6% menyatakan hoaks sudah terlalu banyak. Hal senada dinyatakan oleh 55,5% responden yang tidak memiliki medsos menilai bahwa hoaks sudah terlalu banyak mencapai 37,2%.
"Bila dibandingkan, pemilih yang memiliki media sosial rentan sekali terkena hoaks. Mereka juga mengakui bahwa pemberitaan media mempengaruhi pilihan masing-masing," kata Yusep.
Baca juga: Soal Hoaks Hasil Pemilu Luar Negeri, Jokowi: Dihitung juga Belum
Salah satu isu hoaks yang paling banyak mendapat perhatian publik ialah isu masuknya jutaan tenaga kerja asing. Sebanyak 48,2%
menyatakan pernah mendengar isu itu, dan 46,9% di antaranya menyatakan percaya dengan isu tersebut, hal ini cukup mencolok karena jumlah yang menyatakan pernah mendengar isu tenaga asing dan percaya isu tersebut mencapai 22,6% dari populasi responden.
"Hoaks yang secara langsung maupun tidak langsung menyerang paslon tertentu, memang memiliki pengaruh terhadap persepsi publik mengenai paslon tersebut. Secara linier, efek elektoralnya segera terasa. Jokowi kalah pada segmen yang percaya pada isu hoaks atas Jokowi. Prabowo kalah pada segmen yang percaya hoaks terhadap Prabowo. Dari data kami, hoaks yang menyerang Jokowi jauh lebih banyak," ujar Yusep.
Ia menambahkan, mayoritas publik, terutama pemain media sosial merasa hoaks ini perlu diberantas tegas.
"Bila hoaks tersebut didiamkan, hal ini bisa merusak sendi demokrasi yang telah lama dibangun dan akan melunturkan persatuan karena
efek hoaks yang memecah belah," katanya.
Survei tersebut mengonfirmasi isu hoaks yang berkembang di medsos selama kurun Agustus 2018 hingga Maret 2019 melalui survei tatap muka. Riset ini juga dilengkapi dengan FGD, analisis media, dan indepth interview. (OL-1)
UU ITE 2024 tidak menghapus sanksi pidana bagi penyebar hoaks dan ujaran kebencian. Regulasi baru justru memperjelas batasan jenis kebohongan digital
Direktorat Reserse Siber Polda Metro Jaya selidiki laporan Partai Demokrat terkait hoaks yang menyeret SBY. Empat akun medsos dipolisikan atas fitnah korupsi dan status tersangka.
BMKG mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya hoaks cuaca di puncak musim hujan Desember-Februari, termasuk isu Squall Line.
BMKG memastikan kabar ancaman Squall Line dan badai ekstrem 31 Desember 2025–1 Januari 2026 adalah hoaks. Tidak ada peringatan resmi dikeluarkan.
Sebuah video palsu berdurasi 12 detik yang mengeklaim sebagai rekaman sel Jeffrey Epstein sebelum tewas muncul di situs pemerintah.
Dia menjelaskan bahwa dorongan untuk memperluas literasi digital ini dipicu oleh tingginya tingkat akses internet di Batam yang telah mencapai 89 persen.
KPK menetapkan Hasto Kristiyanto sebagai tersangka suap terkait buronan Harun Masiku. Hasto disebut aktif mengupayakan Harun memenangkan kursi anggota DPR pada Pemilu 2019.
Bagi Mahfud, batalnya memakai kemeja putih tersebut lima tahun lalu menyimpan pesan tersendiri.
KPID Sulawesi Selatan mengaku belum bisa menindak caleg dan parpol yang mulai mencuri start pada Pemilu 2024.
PENDUKUNG Joko Widodo pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 kini berbalik mendukung calon presiden (capres) Prabowo Subianto jelang Pilpres 2024.
Beberapa upaya dari KPU untuk mencegah terjadinya kembali korban jiwa dari petugas KPPS.
"Mas Ganjar kan enggak nyapres, enggak nyapres beliau," kata Immanuel di Jakarta, Minggu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved