Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Isu Lingkungan belum Jadi Prioritas Kampanye

Putri Rosmalia Octaviyani
10/4/2019 15:05
Isu Lingkungan belum Jadi Prioritas Kampanye
ISU LINGKUNGAN HIDUP DALAM DEBAT CAPRES(MI/RAMDANI)

ISU lingkungan hidup masih minim digemborkan saat kampanye. Hal itu terlihat dari survei yang dilakukan Center for Strategic and International Studies (CSIS).

Survei yang dilakukan Maret 2019 dengan melibatkan 1960 responden di 14 provinsi tersebut menghasilkan informasi jumlah masyarakat yang pernah mendengar isu lingkungan dibahas dalam kampanye sangat sedikit.

"Dari studi kami diketahui bahwa isu lingkungan masih jarang diangkat, terutama oleh parpol," ujar peneliti CSIS Puspa Delima dalam seminar publik CSIS, di Jakarta, Rabu (10/4).

Puspa mengatakan, dari survei diketahui sebesar 41,02% responden pernah mendengar visi misi capres dan cawapres dalam bidang pelestarian lingkungan hidup dan pencegahan kerusakan lingkungan hidup. Sementara itu, hanya 22,86% responden yang pernah mendengar visi misi serupa disampaikan oleh caleg atau partai politik.

"Isu lingkungan hidup jarang digunakan karena beberapa hal, di antaranya karena sulit dikapitalisasi dan dianggap sebagai isu untuk kelas menengah atas," tuturnya.

Baca juga: Ini Masukan Para Pakar Soal Isu Lingkungan di Debat Kedua

Kepala Departmen Ekonomi CSIS Yose Rizal Damuri mengatakan di Indonesia, secara nasional, isu-isu lingkungan tidak dianggap penting bila dibandingkan dengan isu ekonomi. Ada jarak atau ketidakeratan antara isu lingkungan yang kerap diangkat pemerintah dan peserta pemilu dengan isu lingkungan yang sebenarnya menjadi perhatian masyarakat.

"Di tingkat lokal masyarakat isu lingkungan yang paling banyak diperhatikan adalah soal penumpukan sampah, cuaca ekstrem dan polusi udara," ujar Yose.

Sementara itu, dari seluruh responden yang mengikuti survei, hanya 1% yang menyetujui isu lingkungan hidup merupakan pertimbangan utama dalam memilih di pemilu. Dari seluruh responden yang setuju tersebut, sebanyak 63,16% merupakan calon pemilih yang mendukung petahana pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01.(OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya