Headline

Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.

Sandi Dinilai Lecehkan Jamiah NU

Rahmatul Fajri
07/4/2019 09:10
Sandi Dinilai Lecehkan Jamiah NU
Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno mengadiri kampanye terbuka di Stadion Semeru, Lumajang, Jawa Timur, Kamis (4/4/2019).(ANTARA FOTO/Seno)

PENGURUS Nahdlatul Ulama (PCNU) cabang Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, kebe-ratan atas pengibaran bendera Nadhatul Ulama (NU) oleh calon wakil presiden nomor 02 Sandiaga Uno saat kampanye di Lumajang 4 April lalu.

Pengibaran bendera itu dianggap sebagai bentuk peleceh-an kepada jamiah NU dan memicu gesekan horizontal di masyarakat.

"Kami keberatan dengan penggunaan bendera NU dalam kampanye," kata Ketua PCNU Lumajang Kiai Moh Mas'ud kepada Medcom, kemarin.

Menurut Mas'ud, keberatan itu juga disampaikan dalam nota keberatan yang dikeluarkan oleh PCNU, Sabtu 6 April 2019. Salah satu poin keberatannya ialah cara untuk menarik simpati masyarakat tidak boleh menodai lembaga, organisasi, dan institusi resmi.

Dalam nota keberatan itu juga tertuang bahwa bendera NU merupakan kehormatan jamiah NU yang merupakan hasil istikharah yang mencerminkan nilai luhur dan perjuangan NU. Oleh karena itu, Mas'ud menilai tindakan pengibaran bendera NU dalam kegiatan kampanye politik ialah bentuk pelecehan kepada jamiah NU.

"Kami mewakili segenap keluarga besar NU Kabupaten Lumajang menyampaikan kekecewaan dan nota keberatan yang sangat dalam atas tindakan penyalahgunaan bendera NU itu dalam kegiatan kampanye akbar paslon 02 di Stadion Lumajang, Kamis (4/4)," tegas Mas'ud.

Ia tidak mempersoalkan adanya dukungan dari kader NU kepada salah satu calon presiden. Apalagi, NU tidak masuk ke ranah politik praktis. Namun, sebagai organisasi, Mas'ud menilai tidak elok bila bendera organisasi dikibarkan dalam kampanye capres.

"Kalau ada warga NU memiliki keberpihakan (ke salah satu capres), itu hak politik masing-masing. Namun, ketika bendera yang dijadikan alat kampanye, ini yang jadi persoalan," imbuhnya.

Anggota Direktorat Advokasi dan Hukum BPN Prabowo-Sandi, Indra, mengatakan bendera NU yang dikibarkan oleh Sandi merupakan bentuk  euforia dari pendukung. "Bisa jadi kan? Namanya di panggung, euforia lantas ada yang memberikan bendera, itu kan spontanitas. Ketika ada yang datang tentu diapresiasi oleh Bang Sandi," jelas Indra.

Dia mengatakan adanya bendera NU pada kampanye itu memberi sinyal bahwa Prabowo-Sandi didukung berbagai elemen masyarakat. "Tentu tidak ada imbauan membawa bendera A, B, tapi kalau ada yang membawa bendera dari satu latar belakang, ya itu hak yang bersangkutan. Yang jelas, ciri khas relawan Prabowo itu inisiatif dari mereka sendiri," ujar Indra.

Mengenai keberatan dari PCNU Lumajang, Indra me-ngaku belum mengetahui dan akan mencari informasi itu lebih lanjut. (Faj/P-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Riky Wismiron
Berita Lainnya