Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGURUS Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Lumajang keberatan dengan pengibaran bendera Nadhatul Ulama (NU) oleh calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno saat kampanye di Lumajang, Kamis (4/4) lalu.
Pengibaran bendera itu dianggap sebagai bentuk pelecehan kepada Jam'iyah NU dan menimbulkan gesekan horizontal di masyarakat.
"Kami keberatan dengan penggunaan bendera NU dalam kampanye," kata Ketua PCNU Lumajang Kiai Moh Mas'ud, Sabtu (6/4).
Menurut Mas'ud, keberatan tersebut juga disampaikan dalam Nota Keberatan yang dikeluarkan PCNU, Sabtu (6/4).
Salah satunya poin keberatannya ialah cara menarik simpati masyarakat tidak boleh menodai lembaga, organisasi, dan institusi resmi.
Baca juga: Prabowo Targetkan Selisih 25 Persen, Ma'ruf: Gede Banget Itu
Dalam nota keberatan itu juga tertuang bahwa bendera NU merupakan kehormatan Jam’iyah NU yang merupakan hasil istikharah yang mencerminkan nilai luhur dan perjuangan NU.
Maka itu, Mas'ud menilai tindakan pengibaran Bendera NU dalam kegiatan kampanye politik adalah bentuk pelecehan kepada Jam’iyah NU.
“Kami mewakili segenap keluarga besar NU Kabupaten Lumajang menyampaikan kekecewaan dan nota keberatan yang sangat dalam atas tindakan penyalahgunaan bendera NU tersebut dalam kegiatan kampanye akbar Paslon 02, yang bertempat di Stadion Lumajang pada Kamis, 4 April 2019,” ujar Mas'ud.
Mas'ud mengakui tidak mempersoalkan adanya dukungan dari kader NU untuk mendukung kepada salah satu calon presiden.
Apalagi NU, kata Mas'ud, tidak masuk dalam ranah politik praktis. Namun, sebagai organisasi, Mas'ud menilai tidak elok sebuah bendera organisasi dikibarkan dalam kampanye capres.
"Kalau ada warga memiliki keberpihakan (ke salah satu capres), itu merupakan hak politik masing-masing. Tapi, ketika bendera yang dijadikan alat kampanye ini yang jadi persoalan," tegas Mas'ud. (Medcom/OL-2)
Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin mengatakan pelapor adalah bagian dari Aliansi Pemuda NU dan Aliansi Pemuda Muhammadiyah.
Rizki menilai pernyataan Panji telah merendahkan, memfitnah, dan cenderung menimbulkan kegaduhan di ruang publik.
Tradisi tabayyun di kalangan ulama dan warga NU telah lama familiar dan mengakar.
Bagaimana pula kekisruhan berujung, Gus Yahya bertahan atau akhirnya tumbang?
AKTIVIS muda dari kalangan Nahdlatul Ulama (NU) Lily Faidatin menilai rencana pemberian gelar Pahlawan Nasional pada Presiden Kedua Soeharto tak adil bagi para korban selama masa Orde Baru
AKTIVIS muda Nahdlatul Ulama (NU) Lily Faidatin menegaskan penolakannya terhadap rencana pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada mantan pemimpin rezim Orde Baru, Soeharto.
KPK menetapkan Hasto Kristiyanto sebagai tersangka suap terkait buronan Harun Masiku. Hasto disebut aktif mengupayakan Harun memenangkan kursi anggota DPR pada Pemilu 2019.
Bagi Mahfud, batalnya memakai kemeja putih tersebut lima tahun lalu menyimpan pesan tersendiri.
KPID Sulawesi Selatan mengaku belum bisa menindak caleg dan parpol yang mulai mencuri start pada Pemilu 2024.
PENDUKUNG Joko Widodo pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 kini berbalik mendukung calon presiden (capres) Prabowo Subianto jelang Pilpres 2024.
Beberapa upaya dari KPU untuk mencegah terjadinya kembali korban jiwa dari petugas KPPS.
"Mas Ganjar kan enggak nyapres, enggak nyapres beliau," kata Immanuel di Jakarta, Minggu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved