Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Presiden Republik Indonesia, Jusuf Kalla menjadi pembicara dalam acara Kamis Kerja dengan tema Jokowi di Mata Sahabat: Jokowi di Mata Jusuf Kalla, di Kerja @86 HUB, Jakarta, Kamis (21/3).
Pria yang akrab disapa JK itu menceritakan sosok Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang menjadi rekannya memimpin negeri selama empat setengah tahun ke belakang.
JK menyatakan, selama mendampingi Jokowi, dirinya menghabiskan banyak waktu bersama Jokowi karena banyaknya rapat yang diagendakan dalam satu tahun. Hal itu menurutnya menjadi perekat hubungan keduanya.
"Tahun 2017 ada 240 hari (untuk rapat), setidak-tidaknya itu ketemu, ditambah pertemuan berdua, acara, ya saya kira 300 kali lah dalam setahun, kalau pacaran kan tidak sepanjang itu, paling lewat WA," ungkap JK terkekeh.
Baca juga: Kepuasan Publik Terhadap Pemerintahan Jokowi-JK Terus Naik
JK juga mengatakan, selama empat setengah tahun Jokowi memimpin, infrastruktur memang jadi program andalan. Dengan pembangunan infrastruktur yang masif, menurut JK juga akan memengaruhi karakter masyarakat menjadi lebih baik.
"70 tahun lebih kita ketinggalan dibanding dengan negara lain. Pembangunan infrastruktur itu tidak sekedar membangun saja, tapi juga berkaitan dengan karakter masyarakat. Karakter masyarakat akan lebih disiplin jika teratur infrastrukturnya," kata JK.
Lebih jauh, ia bercerita tentang kebiasaan Jokowi yang menurutnya tidak akan dilakukan oleh masyarakat saat ini, khususnya generasi milenial. Hal itu menurutnya juga tidak mungkin ia lakukan.
"Kebiasaannya gini, ada dua hal yang beliau punya dan anda tidak mungkin lakukan. Kalau anda keluar, apa yang anda bawa? Kalau pak Jokowi tidak pakai arloji dan tidak bawa hp. Itu yang menarik. Saya keluar rumah tanpa jam saja rasanya tidak enak, kalian juga kalau tidak bawa hp kan gak bisa," ungkapnya.
Penampilan Jokowi yang kerap informal menurut JK sudah menjadi kekhasan tersendiri. Hal itu juga yang membuat Jokowi cocok dengan generasi milenial.
"Liat aja caranya pakai baju, selalu informal, pakai jaket, kaos, sepatunya kets, itu sangat informal, saya malah tidak pernah begitu, saya lebih formal," tambah JK.
Selain gaya penampilannya yang terkesan santai, JK menilai gaya kepemimpinan Jokowi disenangi masyarakat lantaran menjunjung tinggi nilai demokrasi.
Hal itu penting, lantaran suatu negara akan jatuh bila pemimpinnya juga jatuh. Dalam hal ini dimaksudkan pemimpin yang tidak baik dalam memimpin.
Pemimpin yang masuk dalan kategori tidak baik, dan bisa mengakibatkan runtuhnya negara demokrasi ialah pemimpin yang otoriter dan membudayakan nepotisme.
JK mengambil era Orde Baru sebagai contoh, di mana pemimpin yang otoriter dan nepotis akhirnya tumbang oleh masyarakat.
"Terjadi di jamannya pak Harto, dia memerintah otoriter, hanya keputusan dia yang berlaku. Kedua nepotisme, anak-anaknya memonopolu banyak hal, akhirnya jatuh," terang JK.
"Apakah jokowi begitu? Tidak. Karena setiap ada masalah selalu dirapatkan oleh beliau. Hari kerja itu 260 hari kan, rapatnya itu ada 240 hari. Dia demokratis tdk otoriter, dia tidak nepotis juga. Anak beliau dagang martabak, kedua jual pisang, saya gak tau namanya. Tapi apakah itu ada urusan dengan pemerintah tidak? Jadi beliau tidK akan merusak dengan gaya otoriter dan nepotisme," ujar JK. (OL-4)
KETUA Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep mengaku terpukau melihat ratusan mobil berbalut atribut partai menyambutnya jelang Rakernas PSI 2026.
Ahok mengungkapkan kekecewaannya terhadap kebijakan subsidi energi yang selama ini diterapkan pemerintah.
Ahok membongkar potensi keuntungan jumbo yang menguap akibat tidak dijalankannya transformasi sistem subsidi energi.
Ahok secara blak-blakan mengaku pernah memberikan pilihan sulit kepada Jokowi: "Berikan jabatan Direktur Utama (Dirut) atau tidak sama sekali."
Ahok mengungkap sejumlah temuan penyimpangan selama dirinya menjabat sebagai Dewan Komisaris Pertamina.
Akankah perlawanan Roy Suryo cs akhirnya bakal kandas nanti?
Akademisi Rocky Gerung mendatangi Polda Metro Jaya untuk memberikan keterangan sebagai ahli yang dihadirkan pihak Roy Suryo dalam perkara dugaan ijazah palsu Jokowi.
KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) didesak segera memanggil Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) untuk diperiksa sebagai saksi dalam perkara dugaan korupsi kuota haji 2023-2024.
KPU menegaskan akan menindaklanjuti putusan Majelis Komisioner Komisi Informasi Pusat (KIP) yang memerintahkan pembukaan dokumen ijazah jokowi dalam proses pencalonan Pemilu 2014 dan 2019.
POLEMIK ijazah Jokowi yang terus berlarut dinilai tidak lagi menyentuh kepentingan publik dan cenderung bergeser menjadi isu politik yang diproduksi berulang.
Lima menteri turut tergugat, yakni Menteri Kehutanan, Menteri Lingkungan Hidup, Menteri ATR/BPN, Menteri ESDM, dan Menteri Investasi dan Hilirisasi.
Profil lengkap Jenderal Gatot Nurmantyo. Simak rekam jejak karier Panglima TNI ke-16, pemikiran Proxy War, hingga peran di gerakan KAMI.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved