Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Ma'ruf Diyakini bakal 'Pukul Telak' Sandiaga di Debat Ketiga

Micom
13/3/2019 09:15
Ma'ruf Diyakini bakal 'Pukul Telak' Sandiaga di Debat Ketiga
()

DEBAT ketiga Pemilu Presiden 2019 akan diselenggarakan di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/3). Tema yang diangkat, yakni seputar pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, dan sosial budaya.

Kesempatan itu nantinya hanya diikuti dua calon Wakil Presiden, Ma'ruf Amin (01) dan Sandiaga Uno (02).

Diyakini juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) milenial Jokowi-Amin, Muhammad Pradana Indraputra, Ma'ruf Amin bisa menguasai debat dengan baik. Tidak hanya itu, Abah--sapaan Ma’ruf Amin--mampu membuat 'KO' 02 dengan bukti-bukti program yang ada.

"Saya menjamin akan ada kejutan yang diberikan oleh Kiai Ma'ruf Amin. Seluruh program-program, baik prestasi yang sudah berjalan, dan yang akan dijalankan, Insya Allah semua akan dipaparkan," kata Pradana, saat ditemui usai acara nonton bareng film 'Sang Kiai' di salah satu bioskop di Jakarta Selatan, Selasa (12/3) malam.

Pradana, yang juga menjadi Dewan Pembina Journalist Kemenpora FC (JK FC), menuturkan, jika catatan atau rapor Presiden Jokowi di dunia pendidikan, dalam indikator hijau.

“Artinya, partisipasi kita meningkat baik itu dari sekolah dasar (SD) hingga kuliah, dan penerima beasiswa semakin meningkat. Ini menjadi bukti bahwa Jokowi sangat komitmen untuk dunia pendidikan," katanya.

Ditambah dengan adanya Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah yang baru dan Kartu Pra-Kerja merupakan komitmen kita terkait dengan program Jokowi sebelumnya dan akan dilanjutkan ke periode berikutnya dengan kualitas dan kuantitas yang jauh lebih baik dan jauh lebih banyak.

Karena, KIP Kuliah itu adalah kartu lanjutan dari masyarakat yang sudah menerima KIP dari SD, SMP, SMA dan akan dilanjutkan ke perkuliahan.

"Jadi ini kesempatan untuk para emak-emak atau ibu-ibu di negara ini yang awalnya hanya berharap anaknya hanya sampai sekolah SMA, insya Allah akan kita jamin anaknya bisa melanjutkan ke jenjang perkuliahan juga," imbuh Ketua Koordinator KitaSatu (Relawan Milenial Jokowi-Amin) dan pemimpin pembacaan deklarasi alumni SMA Jakarta Bersatu tersebut.

Pradana menambahkan, Jokowi sudah menerima masukan terkait dengan para penerima beasiswa. Nantinya, para penerima beasiswa tidak hanya para siswa yang pintar saja, tetapi untuk yang kurang secara akademik.

“Yang tidak bisa berbahasa Inggris, para santri, nantinya juga akan ditempatkan sendiri-sendiri dan itu semua Insya Allah akan dipaparkan oleh Kiai Ma'ruf Amin dalam debat mendatang," ujarnya.

 

Baca Juga: Puluhan Budayawan Serukan Setop Politik Pecah Belah

 

Sementara untuk topik sosial budaya, lanjut Pradana, bukti-bukti kerja pemerintah sudah ada, misalnya saber pungli. Meski di bidang hukum, itu menjadi komitmen Jokowi untuk membudayakan antikorupsi. Itulah kenapa saber pungli bukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang mengurusnya, karena masyarakat yang menderita itu bukan dari kalangan orang-orang kaya, tetapi dari kalangan bawah seperti saat membuat kartu identitas (KTP) dimintai uang.

"Sopir-sopir angkutan dipalak oleh oknum-oknum di jalan, dan saber pungli ini adalah salah satu bentuk konkret dari revolusi budaya itu. Bahwa kita harus berubah, baik itu dari pemerintahannya dan orang-orangnya. Jadi ini semua akan dibuktikan serta akan dipaparkan oleh Kiai Ma'ruf Amin,” imbuhnya.

Lebih jauh, terkait debat, Pradana melanjutkan jika sudah melihat program-program yang akan dipaparkan oleh kubu 02 dan dinilai tidak ada yang konkret. Sebagai salah satu contoh, mereka membicarakan masalah stunting (kondisi di mana tinggi badan seseorang jauh lebih pendek dari tinggi badan orang seusianya), dengan cara melalui revolusi putih, yaitu melalui susu.

“Dari tim kita sudah melakukan penelitian bahwa yang menjadi penyebab stunting itu bukan dari anak usia 1 hingga 100 hari setelah lahir, jadi yang paling penting itu adalah kualitas ibunya, bukan anak-anaknya. Jadi bukan masalah kualitas susu yang diberikan kepada anaknya, itu salah besar. Yang dibutuhkan adalah nutrisi untuk ibunya baik itu ASI-nya, itu yang akan kita kejar," cetusnya.

Menurutnya, itu pun sudah dibuktikan pemerintah Jokowi melalui program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar).

“Jadi saya rasa debat berikutnya kita bisa membuat 'KO' kubu 02 dengan bukti-bukti program yang ada dan program-program yang akan kita jalankan selanjutnya. Mengapa saya optimis, karena kita bicara dengan prestasi, dengan bukti dan tidak hanya mengumbar-umbar janji dan itu yang menjadi pembeda antara kita dan kubu sebelah,” pungkasnya. (RO/OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya