Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
PENDUKUNG pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo-Ma'ruf Amin diminta berani melawan hoaks dan fitnah yang masih masif bertebaran di masyarakat.
Oleh karena itu, Jokowi mengajak para relawan pasangan nomor urut 01 tersebut melawan hoaks dan fitnah dari pintu ke pintu.
"Masih ada pekerjaan besar setelah menangkal isu hoax dan fitnah, harus militansi, penting sekali. Saya titip agar isu-isu yang berkembang di bawah, baik itu hoaks, fitnah, agar kita berani melawan itu," ujar Jokowi saat Deklarasi Alumni Sriwijaya Bersatu di Palembang Sport Convention Center, Palembang, Sumatra Selatan, Sabtu (9/3).
Dia mencontohkan hoaks seputar kriminalisasi ulama, legalisasi pernikahan sejenis, larangan azan, hingga penghapusan pelajaran agama.
"Tolong dijelaskan, tidak mungkin itu dilakukan karena Indonesia negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia," ujarnya disambut tepuk tangan ribuan pendukungnya.
Kendati secara logika hal itu tidak mungkin terjadi, jelasnya, masih banyak masyarakat yang memercayai hoaks tersebut. Bahkan, sebut mantan Gubernur DKI Jakarta itu, elektabilitas Jokowi tergerus hingga 8%.
"Hati-hati. Jadi logikanya tidak masuk, tapi 9 juta di survei percaya isu-isu ini. Kalau bapak ibu tidak berani melawan, bisa berkembang jadi 10, 15 juta," tandasnya.
Baca juga: Politicawave: Jokowi Korban Hoaks Politik di Medsos
Selain melawan hoaks, Jokowi juga meminta pendukungnya menjelaskan capaian pemerintah serta meluruskan penilaian-penilaian negatif.
"Saya ingin 40 hari ini sampaikan ke teman, tetangga, door to door, sampaikan apa yang kita kerjakan 4,5 tahun ini. Katakan yang benar itu benar, yang salah itu salah, karena saya juga manusia biasa. Yang salah tolong dikoreksi. Karena ini akan kita pakai untuk menentukan kebijakan kita yang akan datang," ucapnya.
Baca juga: Jokowi: Hoaks dan Fitnah di Jabar Tinggi
Ketua Panitia Deklarasi Alumni Sriwijaya Bersatu Eddy Ganefo mengatakan, Alumni Sriwijaya Bersatu tersebut terdiri dari 29 perguruan tinggi negeri dan swasta. "Ini perseorangan sebagai alumni, bukan lembaga, dan ada sekitar 5 ribuan lebih alumni yang hadir," terang Eddy.
Ia mengatakan, semua pendukungnya ini komitmen mendukung sosok Jokowi- Amin, karena kedua sosok itu paling pas memimpin negara Indonesia, dan sudah banyak yang dihasilkan Jokowi memimpin hampir satu periode.
"Alasan kita mendukung pasangan 01 karena yang sudah dilakukan untuk masyarakat selama ini terutama untuk daerah-daerah sehingga kita mendukungnya kembali," tandasnya. (A-1)
STAF Khusus Wakil Presiden (Stafsus Wapres) Gibran Rakabuming Raka, Tina Talisa mengunjungi kediaman Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi di Solo, Jawa Tengah, pada Rabu (25/3/2026).
POLDA Metro Jaya menegaskan bahwa status wajib lapor bagi Rismon Sianipar, tersangka kasus dugaan pencemaran nama baik dan fitnah ijazah Jokowi
Rismon telah mempublikasikan video permintaan maafnya lewat kanal YouTube Balige Academy.
Advokat Jahmada Girsang yang mendampingi Rismon Sianipar menyatakan bahwa pertemuan antara kliennya dengan Presiden ke-7 RI tersebut berlangsung dalam suasana persahabatan.
PAKAR telematika yang juga kasus dugaan ijazah palsu Jokowi atau Presiden RI ke-7, Joko Widodo Roy Suryo merespons permohonan restorative justice yang diajukan Resmon Sianipar
KOMISI Informasi Pusat mengabulkan sebagian permohonan sengketa informasi yang diajukan kelompok Bongkar Ijazah Jokowi terhadap UGM terkait ijazah Jokowi
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved