Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
INFLUENCER Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin, Inas Nasrullah Zubir, mempertanyakan kritikan calon presiden Prabowo Subianto yang menyebut ada otak jahat berkumpul di dunia intelijen. Inas menilai Prabowo sedang bernostalgia.
“Jangan-jangan Prabowo sedang bernostalgia dengan masa lalunya agar masyarakat menebak sendiri, sejauh mana perbuatan Prabowo di era Orde Baru. Bukankah dia juga ikut berkecimpung didalam kekejaman dunia intelejen pada masa mertuanya, Soeharto, yang berkuasa secara otoriter di Indonesia?” kata Inas dalam keterangan tertulis, Selasa (5/3).
Inas mendesak Prabowo menjelaskan kepada masyarakat, siapakah yang dimaksud dengan otak jahat dan kejam tersebut.
Inas menilai, Prabowo hanya melampiaskan kekecewaan masa lalunya yang terlambat mengudeta pemerintahan yang dipimpin Soeharto.
Baca juga: TKN: Jaga Kemenangan Jokowi-Amin di Jabar
“Padahal, saat itu, peluang kudeta sangat besar karena perekonomian Indonesia sedang bleeding, dengan inflasi sekitar 78%, pertumbuhan ekonomi -13% dan rupiah terpuruk dari Rp2.500 ke Rp13.000 per dollar AS,” kata Ketua Fraksi Partai Hanura di DPR RI itu.
“Prabowo harus menjelaskan kepada rakyat Indonesia, bagaimana cara dia, mantan mertuanya, dan mantan ipar-iparnya memperoleh kekayaan bertriliun-triliun saat Indonesia sedang bleeding di era Orde Baru tersebut,” tambah Inas.
Sebelumnya, dalam acara konsolidasi nasional Aliansi Pencerah Indonesia (API) bersama eksponen Muhammadiyah di Hotel Sahid, Jakarta, Minggu (3/3) lalu, Prabowo menyebut otak-otak jahat banyak yang berkumpul di dunia intelijen.
Prabowo lalu menjelaskan pernyataannya itu dengan mengambil contoh kasus teror. Pelaku kasus teror bisa dicap dari kelompok tertentu padahal hal itu belum bisa dipastikan. (OL-2)
Ia mengatakan proses yang kini sudah diselesaikan, salah satunya terkait proses perhitungan angka nominal penetapan gaji.
Reshuffle kabinet kelima mencuat setelah Thomas Djiwandono terpilih menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia. Juda Agung, Budi Djiwandono, dan Sugiono disebut bakal bergeser posisi.
Indonesia tidak lagi hanya bertindak sebagai pendukung pasif, melainkan mengambil peran krusial dalam menengahi konflik demi hak-hak rakyat Palestina.
PRESIDEN Prabowo Subianto berencana membangun 10 universitas baru di Indonesia.
PRESIDEN Prabowo Subianto menggelar ratas di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (27/1), bersama sejumlah menteri membahas kerja sama antara Indonesia dan sejumlah universitas di Inggris
Waketum Partai Gema Bangsa Joko Kanigoro menyebut keputusan partai untuk mendukung Prabowo Subianto kembali maju pada Pilpres 2029 bukan pilihan pragmatis
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved