Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Jokowi Ajak NU Tangkal Fitnah dan Hoaks yang Meresahkan

Akhmad Mustain
27/2/2019 16:12
Jokowi Ajak NU Tangkal Fitnah dan Hoaks yang Meresahkan
(ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)

KANDIDAT Capres Petahana Joko Widodo (Jokowi) mengajak Nahdlatul Ulama (NU) menangkal merebaknya fitnah dan hoaks menjelang Pemilu Presiden 2019. Menurutnya, jika hal semacam itu dibiarkan, tentu akan meresahkan masyarakat.

"Sebentar lagi ajang besar Pilpres dan Pileg bulan April. Saya titip direspons dengan baik oleh NU, terutama kalau ada fitnah-fitnah, isu-isu, sudah dari pintu ke pintu, dari rumah ke rumah," kata Jokowi saat membuka Munas dan Konbes NU Tahun 2019 di Ponpes Miftahul Huda Al-Azhar, Kota Banjar, Jawa Barat, Rabu (27/2).

Baca juga: NU Ingatkan Pemilu Harus Junjung Kedaulatan Rakyat

Ia pun menegaskan agar semua elemen nahdliyin berani merespons segala bentuk fitnah. "Kalau ajakan kebaikan silakan tak apa, tapi kalau hal-hal meresahkan, ini yang harus dicegah dan direspons. Kita harus berani," ujar Jokowi.

Presiden mencontohkan kampanye hitam emak-emak di Karawang yang menfitnah dirinya, membuat isu pemerintah akan melarang adzan dan melegalkan pernikahan sejenis jika dirinya terpilih kembali jadi presiden periode 2019-2024.

Menurut Jokowi, ada sekitar 9 juta masyarakat Indonesia yang mempercayai fitnah dan hoaks. Menurutnya, hal ini harus ditangkal.

"Misalnya pemerintah akan melarang azan. Logikanya masuk atau nggak masuk? Nggak masuk tapi survei kita 9 juta masyarakat percaya, ini survei ilmiah. Saya sudah bisik-bisik ke Prof KH Ma'ruf Amin bagaimana mencegah ini," tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi juga mengatakan bahwa jamiyah Nahdlatul Ulama adalah organisasi terbesar di Indonesia dan bahkan dunia yang memiliki kontribusi besar untuk negara.

Jokowi menegaskan, NU selalu berada di garis terdepan, baik saat berjuang dalam kemerdekaan Indonesia, maupun menjaga Negara dari kelompok-kelompok yang ingin mengubah dasar Negara.

Baca juga: NU Dukung Komitmen Menghentikan Permusuhan Muslim-Nonmuslim

"NU sudah memerberikan kontribusi perjuangan menjaga, merawat Indonesia yang kita cintai bersama. Sejarah membuktikan NU selalu berada di garis terdepan bukan hanya menjaga keutuhan Indonesi, tapi NU terdepan dalam menjaga siapa pun yang ingin mengubah mempertentangkan Pancasila. Bagi NU, Pancasila adalah solusi, kesepakatan untuk keadilan masyarakat indoneisa," jelasnya.

Pada kesempatan itu, Presiden juga mengapresiasi tema Munas dan Konbes NU yakni Memperkuat Ukhuwah Wathoniyah untuk Kedaulatan Rakyat. (Mad/AD/OL-6)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya