Headline
Istana minta Polri jaga situasi kondusif.
UNTUK menangkal hoaks dan mengajak pemilu damai juga menjadi tugas para penyelenggara negara, capres, caleg, dan masyarakat.
Hal termudah yang bisa dilakukan misalnya dengan menampilkan sesuatu yang harmonis dan damai di depan publik.
Seperti makan bersama atau tengah bersenda gurau di antara para capres atau caleg yang berbeda kubu.
Hal itu diungkapkan Ketua Bidang Teknologi Terapan Partai Gerindra Abdul Hakam Nagib.
Misalnya saat Prabowo dan Jokowi berpeluk-an atau ketika atlet Hanifan memeluk Jokowi dan Prabowo seusai meraih medali emas Asian Games.
Kemudian saat Prabowo dan Jokowi berkuda bersama, dan saat Sandiaga bersalaman dengan Ma’ruf Amin.
“Pemandangan itu pastinya membuat kita nyaman dan teduh melihatnya,” ujarnya.
Para elite politik juga berkontribusi dalam meredam suasana di masyarakat yang mulai memanas. Karena itu, caleg harus mampu memberikan contoh positif saat berkampanye atau ketika blusukan.
“Yang namanya pesta harusnya bahagia. Namun, hanya karena statement dari satu kalangan elite justru menimbulkan kegaduhan. Padahal sebelumnya kita semua sudah sepakat untuk pemilu damai. Kemudian dari sebuah statement yang nyinyir justru memunculkan kegaduhan baru yang diikuti dengan meme dan sindiran-sindiran,” imbuhnya.
Ia menambahkan perkembangan media sosial memang tidak bisa dibendung. Akan tetapi, media arus utama seperti televisi masih banyak menjadi acuan sehingga dengan adanya tayangan dari media mainstream bisa menjadi patokan utama fakta atau tidaknya sebuah kabar.
Dalam mencari acuan berita juga perlu ada hal yang fair sehingga dengan adanya fair play, pemilu yang damai akan tercipta.
Optimisme akan Pemilu 2019 damai juga diungkapkan Ketua Presidium Relawan Kotak Hijau, Fami Fachrudin. Menurutnya, secara umum Pemilu 2019 pasti berjalan damai.
Kalaupun bergejolak, hanya pada level minor. Gejolak itu bisa saja muncul karena setiap kubu merasa akan menang. Apalagi jika didukung dengan hasil perolehan survei yang dilakukan sendiri.
Salah satu konsekuensi pelaksanaan pilpres ialah satu kubu akan kecewa karena mengalami kekalahan.
“Kita tidak boleh pesimistis untuk menyadarkan masyarakat. Dengan penegakkan hukum yang efektif dan tegas, para pembuat hoaks yang tertangkap ini harus diproses dan diberi hukuman yang berat”, ungkap Fami.
Untuk mencegah hoas, Relawan Kotak Hijau berniat mencetak 1.000 mubalig yang nantinya akan mendapatkan edukasi tentang pemilu untuk kemudian disebar ke daerah rawan gesekan seperti Sumatra Barat, Jawa Barat, dan Banten. (Gol/Ant/P-1)
Surat dari DPP PDIP dibutuhkan untuk menyelesaikan perbedaan tafsir terkait penetapan caleg yang sudah meninggal pada Pamilu 2019. Dia juga menjelaskan surat balasan dari MA.
Yasonna keluar dari Gedung Merah Putih KPK sekitar pukul 16.45 WIB. Jalur pulang dia berbeda dengan saksi lainnya.
Sidang akan digelar pada hari Senin (24/2) pukul 13.30 WIB di Kantor Bawaslu Provinsi Sumatera Utara, Kota Medan.
Selain itu, Jokowi mengatakan, NasDem selalu konsisten mendukung dirinya saat bersama Jusuf Kalla maupun kini dengan KH Ma'ruf Amin.
Revisi UU Pemilu perlu disegerakan agar penyelenggara pemilu mempunyai waktu yang cukup dalam melakukan proses sosialisasi dan tahapan Pemilu 2024.
Peserta sekolah legislatif akan mendapatkan berbagai materi pelajaran tentang kedewanan sebanyak 40%, kepartaian 30%, dan pembangunan karakter 30%
Diskusi Penyebaran Misinformasi dan Hoaks di Tengah Digitalisasi Iinformasi
KAPOLDA Metro Jaya Irjen Karyoto memburu pemilik akun yang menyebarkan berita bohong atau hoaks terkait dirinya mundur dari Polri.
Irjen Karyoto memastikan akan menempuh jalur hukum terhadap pihak-pihak yang menyebarkan berita bohong atau hoaks terkait isu dirinya mundur dari Polri
Sebelumnya politikus Golkar Nurdin Halid mengatakan isu penyelenggaraan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) hoaks.
PT Eratex Djaja Tbk, produsen tekstil yang memasok untuk merek global seperti Uniqlo dan H&M, membantah kabar yang menyebut perusahaan tengah menghadapi permohonan PKPU
Dosen Komunikasi Universitas Dian Nusantara ini memaparkan hoaks kapal JKW Mahakam dan Dewi Iriana jadi contoh nyata disinformasi bisa memicu gejolak di tengah publik.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved