Headline

YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.

Usulan Kubu Prabowo Meniadakan Panelis Debat Dinilai Mundur

Akmal Fauzi
21/2/2019 20:04
Usulan Kubu Prabowo Meniadakan Panelis Debat Dinilai Mundur
( ANTARA FOTO/Arif )

USULAN Anggota Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Fadli Zon, untuk meniadakan panelis pada debat capres ketiga dinilai langkah mundur. Usulan itu dinilai tidak mendasar dan justru menghilangkan esensi debat.

“Kalau ada usulan yang membubarkan panelis ini justru kembali ke belakang. Tugas panelis salah satunya kan untuk meramu pertanyaan yang diusulkan dari berbagai pihak,” kata Manajer Kampanye Keadilan Iklim Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Yuyun Harmono di acara diskusi di kawasan Cikini, Menteng, Jakarta, Kamis (21/2).

Baca juga: Polri Bantah Kasus Ahmad Dhani Bermuatan Politis

Yuyun menjelaskan, baik pada debat pertama maupun kedua, Komisi Pemilihan Umum (KPU) membuka ke setiap orang atau kelompok untuk memberikan usulan untuk selanjutnya didiskusikan oleh panelis. Pertanyaan-pertanyaan itu, kata Yuyun adalah bentuk keresahan masyarakat ataupun fakta di lapangan dari masing-masing tema debat.

“Jadi saya kira (panelis) hal yang penting. Sekarang perlu ada perbaikan untuk debat selanjutnya,” kata Yuyun.

Ia menyebut, ada perbaikan kualitas debat kedua dari debat sebelumnya. Meskipun, Yuyun menyayangkan kedua kandidat masih belum banyak menyentuh subtansi dari tema.

“Kami ingin berbicara subtansial. Yang terjadi, pada debat kedua itu ada yang berkutat dnegan data, ada yang hanya retorika,” jelasnya.

Sebelumnya, Fadli Zon mengusulkan ke depan, debat tidak lagi menggunakan panelis. Salah satu alasannya khawatir ada kebocoran pertanyaan. Jika tanpa panelis nantinya, kata Fadli, peserta debat tinggal saling melempar pertanyaan masing-masing dan saling menyanggah dengan argumentasi sendiri.

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Abdul Kadir Karding menilai usulan Fadli Zon merupakan sesuatu yang konyol. Dia juga mengingatkan Fadli tidak menyudutkan KPU.

Baca juga: TKN: Menyerang Pribadi itu Kalau Bertanya Soal Istri

Sebagai pendukung Prabowo, kata Karding, Fadli seharusnya tidak menebar kecurigaan dan pesimisme ke masyarakat.

“Ya takut. Kalau pekerjaan dalam setiap hari pesimis itu kah tipe pemimpin yang ingin kita pilih? Dan KPU jangan selalu disudutkan tidak netral. Mereka ada karantina terhadap panelis," kata Karding. (OL-6)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya