Headline

YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.

Guru Besar IPB Bela Jokowi soal Karhutla

Dhika Kusuma Winata
19/2/2019 18:10
Guru Besar IPB Bela Jokowi soal Karhutla
( MI/ BARY FATHAHILAH)

GURU Besar Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor (IPB), Bambang Hero Saharjo, menilai tudingan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang dinilai berbohong mengenai kasus kebakaran lahan dan hutan (karhutla) tidak berdasar.

Pasalnya, sejak karhutla hebat pada 2015, kini terjadi penurunan signifikan dan tidak ada lagi kebakaran dahsyat yang asapnya hingga lintas negara.

Baca juga: TKN: Pemisahan KLHK Bukan Solusi

Ia menyatakan banyak langkah koreksi dan kebijakan berani yang dilakukan di masa Presiden Jokowi dalam penanganan karhutla dan kasus lingkungan. Mulai dari moratorium pembukaan lahan gambut, moratorium izin perkebunan sawit, hingga penegakan hukum baik sanksi administratif, perdata, maupun pidana.

"Saya ingin meluruskan tudingan bahwa pemerintah itu berbohong terkait karhutla tidak benar. Sudah banyak langkah pemerintah yang dilakukan dan terbukti karhutla menurun tajam," kata Bambang kepada Media Indonesia, Selasa (19/2).

Bambang mengatakan, hal itu untuk meluruskan pernyataan pihak Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga yang menyebutkan Jokowi berbohong terkait kebakaran hutan ketika menyampaikan isu tersebut dalam debat kedua capres, Minggu (17/2) malam.

Ia memaparkan berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, luas karhutla menurun sejak kebakaran dahsyat pada 2015. Di tahun itu, ada 2,6 juta hektare lahan terbakar. Namun setelah terjadi langkah koreksi besar-besaran di bawah Menteri LHK Siti Nurbaya. Luas areal terbakar pada 2016 turun menjadi 436,3 ribu ha, dan pada 2017 turun menjadi 165,5 ribu ha.

Menurutnya, pernyataan Jokowi dalam debat perlu dilihat kontekstual. Jokowi, menurut Bambang, mengatakan tidak terjadi karhutla dalam arti bencana besar seperti pada 2015.

"Tren karhutla bukan berarti tidak ada, tetapi sudah jauh berbeda dibandingkan 2015. Ini fakta yang tidak boleh kita nafikan. Banyak orang termasuk tentunya pemerintah bekerja keras di lapangan bekerja menurunkan kebakaran," ujarnya. (OL-6)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya