Headline

YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.

KPU Benarkan ada Komplain Saat Debat Kedua Berlangsung

Insi Nantika Jelita
19/2/2019 14:32
KPU Benarkan ada Komplain Saat Debat Kedua Berlangsung
(MI/Susanto)

KETUA Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman membenarkan adanya komplain yang dilayangkan oleh salah satu tim kampanye saat debat kedua berlangsung. Dalam video yang diposting Wasekjen Partai Demokrat (PD) Andi Arief terlihat sejumlah anggota BPN Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menghampiri komisioner KPU dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) di ruangan debat kedua, Golden Ballroom, Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/2).

"Ya memang ada komplain, tapi kan debat harus jalan, nanti kalo ada keberatan silakan saja. Kejadiannya seperti apa ya, itu crowded sekali saya gak ingat,"ungkap Arief di Media Center KPU, Menteng, Jakarta, Selasa (19/2).

Baca juga: PDIP: Prabowo Ibarat Menepuk Air Didulang Terpercik Muka Sendiri

Arief kemudian menjelaskan bahwa salah satu tim kampanye keberatan soal pernyataan capres Jokowi terhadap Prabowo mengenai dugaan adanya serangan personal terkait disinggungnya kepemilikan ratusan hektar tanah Prabowo di Kalimantan Timur dan Aceh saat debat kedua berlangsung.

"Ada keberatan soal disampaikannya pertanyaan itu. Tapi kan kita harus mempelajari betul, betul enggak itu sebagaimana yang masuk dalam regulasi kita, bahwa terjadi pelanggaran atau tidak terjadi pelanggaran,"terang Arief.

Dirinya enggan berkomentar lebih dalam perihal adanya keributan dalam debat kedua oleh kedua pendukung. Arief, mengatakan, bahwa jika ada yang keberatan sampaikan melalui mekanisme yang sudah diatur.

Baca juga: Hanura Paling Banyak Mengirimkan Caleg Mantan Koruptor

"Cekcok apa? Saya enggak tahu (ada adu mulut). Kan begitu banyak orang di situ. Saya sampaikan, kalau ada catatan proses debat. Ada keberatan sampaikan. Kan nggak mungkin disana saya langsung tidak lanjuti bagaimana. Setiap laporan mesti cek dulu, teliti dan harus bagaimana,"ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa pihaknya belum mendapat laporan resmi dari Bawaslu terkait keberatan dari tim 02 mengenai dugaan serangan personal Jokowi ke Prabowo.

"Ada Bawaslu juga di situ langsung mengawasi, hadir di dalam ruangan. Kita tunggu saja hasil pemeriksaan di Bawaslu seperti apa. Nanti kita lihat dulu. Saya sebetulnya belum dapat berita resminya itu sudah laporkan atau belum. Kalau sudah lapor, kita tunggu hasil laporan seperti apa,"pungkas Arief. (OL-6)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya