Selasa 19 Februari 2019, 13:51 WIB

Ketua DPR: Generasi Milenial Jadi Target Perang Proxy

Ketua DPR: Generasi Milenial Jadi Target Perang Proxy

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo -- Medcom.id/Whisnu Mardiansyah

 

KETUA DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengingatkan bahwa tingginya gelombang penyelundupan Narkoba patut dipahami sebagai bukti nyata perang proxy yang menargetkan generasi milenial Indonesia.  Menurutnya, masa depan NKRI pun menjadi taruhannya.

"Selama dua dekade belakangan ini, anak dan remaja Indonesia nyata-nyata menjadi target perang proxy. Modusnya, menggoda dan mencekoki mereka dengan aneka ragam produk Narkoba (narkotika dan obat-obatan) terlarang," ujar Bamsoet lewat keterangan resminya, Selasa (19/2).

Baca juga: PDIP: Prabowo Ibarat Menepuk Air Didulang Terpercik Muka Sendiri

Ruang publik kini terus dibanjiri ragam produk Narkoba akibat masih tingginya intensitas penyelundupan.  Data resmi yang dipaparkan ke publik oleh Badan Narkotika Nasional (BNN), Ditjen Bea Cukai Kementerian Keuangan hingga Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) patut digarisbawahi oleh semua pihak.

Maret 2018, KPAI mengungkap data tentang korban kelompok anak.  Dari total 87 juta populasi kelompok anak, sebanyak 5,9 juta sudah menjadi pecandu narkoba.  Untuk menggugah kepedulian bersama, BNN berulangkali mengingatkan dengan data bahwa setiap harinya 50 orang muda meninggal karena mengonsumsi Narkoba.  

"Jumlahnya akan terus bertambah jika persoalan narkoba hanya diserahkan kepada penegak hukum. Kepedulian keluarga dan komunitas menjadi sangat penting dan strategis, karena kejahatan ini masih sulit dibendung," tandasnya.

Lebih lanjut kata dia, generasi milenial menjadi target perang proxy karena ragam produk Narkoba itu diselundupkan oleh sindikat internasional, bekerjasama dengan antek-antek mereka di dalam negeri. Tahun lalu,  BNN mengidentifikasi 83 sindikat internasional yang menyelundupkan dan mengedarkan Narkoba di dalam negeri. Tahun sebelumnya tercatat 99 sindikat. Barang haram itu dimasukan diedarkan pada 654 daerah penyebaran narkoba.

"Sebuah strategi baru harus digagas untuk menghentikan atau minimal mereduksi kejahatan ini. Pengguna dan ragam akibat pemakaian narkoba jangan lagi hanya dilihat sebagai ekses kenakalan anak, remaja maupun orang dewasa.  Data-data yang dipaparkan BNN, Ditjen Bea Cukai serta KPAI patut dimaknai sebagai skenario perang proxy  yang ingin merusak dan memperlemah generasi milenial Indonesia," tegasnya..

Baca juga: Eni Sebut Dirinya Bukan Pelaku Utama

Bamsoet mengatakan, perang proxy bermodus membanjiri Indonesia dengan ragam produk Narkoba tidak akan terlihat masif seperti sekarang ini jika tidak ada komunitas penjahat lokal yang menjadi mitra semua sindikat internasional itu.

"Memang, seperti itulah strategi melancarkan perang proxy (proxy war).  Identitas lawan tak mudah dibaca karena berkamuflase sebagai pelaku tindak kriminal yang membangun kolaborasi dengan komunitas penjahat di negara yang menjadi target serangan," pungkasnya. (RO/OL-6)

Baca Juga

DOK MI.

145 Orang Ikut Seleksi Hakim Ad Hoc HAM Berat Paniai

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Minggu 26 Juni 2022, 21:28 WIB
MA membutuhkan enam hakim ad hoc untuk menangani perkara Paniai, baik di pengadilan tingkat pertama, banding, maupun...
MI/ HO

Jokowi Dinilai Jaga Marwah Indonesia dengan Aktif Redam Konflik Rusia-Ukraina

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 26 Juni 2022, 14:26 WIB
Presiden dijadwalkan menemui Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dan Presiden Rusia Vladimir Putin pada akhir Juni di kesempatan...
Ist

Ganjar Pranowo Dicegat Puluhan Anak-Anak saat Hadiri Gelar Tari Pancasila

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 26 Juni 2022, 11:49 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dicegat puluhan anak-anak saat menghadiri Gelar Tari Pancasila di komplek Taman Budaya Jawa Tengah...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya