Headline

Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.

Jokowi Akan Lebih Santai dan Banyak Senyum

Dero Iqbal Mahendra
17/2/2019 17:00
Jokowi Akan Lebih Santai dan Banyak Senyum
Pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo (ketiga kiri) dan Ma'ruf Amin (kiri) bersalaman dengan pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto (kedua kanan) dan Sandiaga Uno (kanan) usai Debat Pertama Capres & Cawapres 2019, di Hotel Bidakara, Jakarta,(NTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

DIREKTUR Tim Kemenangan Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Aria Bima, menyatakan pada debat kedua kali ini capres nomor urut 01, Jokowi, akan membawakan suasana santai. Ia menyatakan, performa Jokowi akan berbeda dengan penampilan debat pertama.

"Kali ini, pak Jokowi tidak akan serius-serius amat (gestur dan suasana dalam debat)," tutur Aria saat ditemui di Hotel Sultan jelang pelaksanaan Debat Kandidat nanti malam, Minggu (17/2).

Baca juga: Debat Kedua Jadi Ujian untuk Janji Jokowi

Aria menerangkan, nantinya Jokowi akan lebih banyak senyum sehingga suasana lebih dinamis, tidak seperti debat pertama pada 17 Januari lalu.

Politisi PDIP tersebut menerangkan, perubahan pendekatan yang diambil oleh Jokowi pada debat kali ini karena menyesuaikan keinginan publik dan juga evaluasi dari pelaksanaan debat kandidat sebelumnya. "Respons publik menginginkan pak Jokowi lebih banyak senyum, lebih friendly dalam melakukan acara acara debat seperti ini," tutur Aria.

Lebih lanjut, Aria menegaskan, pada debat kali ini tidak akan ada nonton bareng bersama para Gubernur maupun kepala daerah. Para Gubernur rencananya akan datang langsung ke lokasi untuk menonton debat.

Baca juga: Pemanasan Sebelum Debat, Jokowi Joging di Kebun Raya Bogor

Namun, dirinya menekankan bahwa kedatangan para kepala daerah pada acara debat kali ini bukan pada posisinya sebagai kepala daerah, melainkan sebagai tokoh maysrakat. "Jadi bukan sebagai kepala daerah yah, lebih sebagai Ganjar Pranowo. Sebab sebagai kepala daerah tidak boleh pada aturan pemilu, tetapi sebagai tokoh boleh. Selama tidak pada masa tugas dan tidak boleh menggunakan fasilitas negara," ujar Aria  

Aria menerangkan, yang datang kali ini lebih kepada para gubernur-gubernur yang kebetulan diusung oleh partai pengusung maupun gubernur yang mendukung Jokowi dan kehadirannya hanya sebagai tokoh. (OL-6)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya