Headline

Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.

Jokowi Fokus Bahas Energi yang Berkeadilan Pada Debat Kedua

Insi Nantika Jelita
14/2/2019 20:14
Jokowi Fokus Bahas Energi yang Berkeadilan Pada Debat Kedua
( MI/Susanto)

JURU Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Ace Hasan Syadzily membeberkan pada debat kedua pilpres, Jokowi akan fokus membahas penyediaan energi secara merata dengan harga yang terjangkau.

"Inilah visi energi berkeadilan yang sudah diletakkan Pak Jokowi selama ini. Pak Jokowi juga melakukan langkah terobosan untuk mendorong investasi dan meningatkan penerimaan negara dari sektor energi,"ungkap Ace dalam keterangan resminya, Jakarta, Kamis (14/2).

Menurutnya, reformasi perizinan digulirkan dengan memangkas 186 regulasi yang menghambat. Sehingga, pada 2018 Sektor energi menyumbangkan Rp217,5 Trilyun atau 53,4% dari total PNPB. Capaian itu 181% diatas target APBN 2018.

Lebih lanjut, Ace mengatakan Jokowi juga selalu menekankan prioritas pembangunan infrastruktur energi untuk rakyat seperti, pembangunan jaringan gas perkotaan, konverter kit LPG untuk nelayan, lampu tenaga surya hemat energi, dan sumur bor di daerah sulit air.

Baca juga : TKN : Debat Kedua Jadi Ajang Klarifikasi Jokowi

Lalu untuk subsidi energi empat tahun terakhir makin tepat sasaran dan dialihkan untuk belanja produktif.

Subsidi BBM dan listrik pada 2012-2014 mencapai Rp958 Trilyun, lalu turun menjadi Rp477 Trilyun pada 2015-2018.

Subsidi BBM pada 2014 sebesar Rp.240 Trilyun menjadi Rp47 Trilyun di 2018.

"Jokowi menunjukkan komitmen konkrit pada visi energi berkeadilan dengan menyediakan energi ke seluruh pelosok tanah air. Hingga 2018, ada 131 titik BBM Satu Harga, penyedian 25 ribu unit konverter kit BBM ke LPG, rasio elektrifikasi hingga semester I 2018 sebesar 98,3%. Sehingga Rakyat di pelosok negeri bisa mendapatkan penerangan listrik utk belajar anak2 mereka dan menggerakan ekonomi keluarga," jelasnya.

Dalam Energi Baru Terbarukan, kata Ace, Jokowi juga memperlihatkan keberpihakan yang jelas. Beberapa waktu lalu Presiden Jokowi meresmikan PLTB di Sidrap berkapasitas 75 MW.

Jokowi juga mengeluarkan kebijakan mandatori pemanfaatan bahan bakar nabati B20 sehingga mengurangi penggunaan sumber energi fosil.

"Dengan arah kebijakan yang sangat jelas dan bukti capaian yang tak terbantahkan di bidang energi maka saya perkirakan Pak Prabowo akan main retorika klise soal kedaulatan energi dan gunakan jargon bocor-bocor. Inipun sangat mudah dibantahkan dengan penguasaan kembali Blok Rokan dan Blok Mahakam serta divestasi saham PT Freeport,"ucapnya

"Pak Jokowi terbukti sangat tegas untuk membela kepentingan nasional. Termasuk juga soal pembubaran Petral yang merupakan ketegasan Pak Jokowi dalam membenahi tata niaga energi."tandasnya. (OL-8)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ghani Nurcahyadi
Berita Lainnya